Akun WhatsApp 8 Aktivis ICW Diduga Diretas

CNN Indonesia | Senin, 17/05/2021 18:02 WIB
Akun WhatsApp (WA) Koordinator ICW, Adnan Topan Husodo dan delapan pekerja ICW lainnya diduga diretas di tengah polemik penonaktifan 75 pegawai KPK. Akun WA Koordinator ICW Adnan Topan Husodo diduga diretas diduga diretas di tengah polemik penonaktifan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK). (CNNIndonesia/Damar Sinuko)
Jakarta, CNN Indonesia --

Akun WhatsApp (WA) Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Adnan Topan Husodo dan tujuh pekerja ICW lainnya diduga diretas di tengah polemik penonaktifan 75 pegawai KPK yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

"Setidaknya dari ICW yang terdata di kami ada sekitar delapan orang yang ada potensi atau ada upaya serangan digital. Salah satunya Mas Adnan," kata peneliti ICW, Wana Alamsyah, kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Senin (17/5).

Wana mengatakan salah satu pola dugaan upaya meretas dimulai saat seorang rekannya dihubungi oleh nomor tak dikenal dengan kode area telepon Amerika Serikat. Setelah itu, akun WA temannya tersebut tak bisa diakses.


"Dari delapan orang ini, empat orang di antaranya WA masih teretas, masih di-take over, dua di antaranya sudah dipulihkan dan dua lainnya itu percobaan," ujarnya.

Wana menduga peretas menggandakan nomor telepon tersebut. Hanya saja, sampai saat ini ia mengaku tidak mengetahui siapa yang menggandakan.

"Dugaannya seperti itu [digandakan] karena dihubungi berkali-kali dan di-SMS pun yang bersangkutan tidak menerima SMS. Kemudian dicoba telepon ke call center, tapi call center bilang enggak ada masalah apa-apa," kata Wana.

"Kemudian setelah menghubungi dan melapor call center, kemudian nomor tersebut dapat dihubungi kembali. Ini jadi keanehan karena hal tersebut pernah kami alami, meskipun waktu itu tidak kami sampaikan ke publik. Waktu fit and proper test [Capim] KPK 2019 lalu," imbuhnya.

Sebelumnya, mantan pimpinan KPK Busyro Muqoddas mengaku sempat menjadi korban peretasan usai melontarkan kritik keras terkait TWK dalam proses alih status ASN pegawai KPK.

"Indikasi kuat barusan HP saya juga di-hack, diganggu-ganggu beberapa kali dan sejumlah teman [mengalami hal serupa] menjelang webinar ini," kata Busyro dalam sebuah diskusi virtual, Senin (17/5).

Busyro juga mengaku mendapat banyak serangan dari para pendengung atau buzzer di media sosial. Namun, ia memilih untuk tidak menghiraukan hal-hal tersebut.

ICW menjadi salah satu pihak yang aktif menentang keputusan pimpinan KPK terkait penonaktifan 75 pegawai yang tak lolos TWK.

LSM Antikorupsi ini menuding ada maksud lain dari Ketua KPK Firli Bahuri di balik keputusan tersebut, yakni menyingkirkan orang-orang kritis di tubuh lembaga antirasuah.

(ryn/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK