TNI AL Sebut Kapal China Gagal Angkut Anjungan KRI Nanggala

CNN Indonesia | Selasa, 18/05/2021 11:34 WIB
TNI AL menyampaikan pihak militer China sempat berusaha mengangkut bagian anjungan kapal selam KRI Nanggala-402, tapi gagal. KRI Bontang-907 berlayar menuju Dermaga Lanal Banyuwangi usai pencarian KRI Nanggala-402 di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (26/4/2021). (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia --

TNI Angkatan Laut menyampaikan pihaknya sempat berusaha mengangkut bagian anjungan kapal selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Bali, namun gagal.

Panglima Komando Armada II (Pangkormada II) Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto mengatakan upaya itu dilakukan dengan kerja sama pihak militer China. Bagian tersebut gagal diangkut lantaran bobot badan kapal terlalu berat.

"Sudah beberapa kali ini, kapal Tan Suo [milik China] mencoba melaksanakan pengangkatan sail atau anjungan," kata Iwan dalam konferensi pers, Selasa (18/5).


Semula, kata dia, pihak militer China memprediksi bahwa berat bagian kapal tersebut 18 ton. Bagian tersebut diangkut menggunakan teknologi robot.

Metodenya, kata dia, pihak China memasang sejumlah sling atau alat bantu angkut di beberapa titik yang dapat menahan berat sekitar 18 ton itu. Namun demikian, upaya tersebut tak berhasil.

"Pakai sling, dikaitkan di mana-mana tempatnya itu untuk mengangkat. Hari pertama pengangkatan setelah pasang-pasang semua, sudah oke, dipasang, putus sling-nya, tidak mampu," ucapnya.

Setelah dikalkulasi ulang, Iwan melanjutkan, pihak China memprediksi bahwa berat dari bagian anjungan kapal tersebut lebih dari 20 ton. Saat ini, mereka masih melakukan analisis terhadap upaya yang dapat dilakukan untuk mengangkat kapal.

"Mungkin lebih dari 20 ton, sehingga mengapa saat ini mereka masih berusaha untuk memasang sling-sling yang ada dengan penambahan sling yang ada," tambah dia lagi.

Iwan mengakui tak mudah mengangkat bagian kapal tersebut. Mengingat kondisi tenggelamnya kapal berada di kedalaman 838 meter di bawah permukaan laut.

Kemudian juga, kata dia, besar kemungkinan bagian anjungan kapal masih terikat dengan bagian-bagian kapal lain sehingga membuat bobotnya menjadi semakin berat.

"Mungkin bawahnya masih jadi satu dengan yang lainnya," jelasnya lagi.

KRI Nanggala sendiri tenggelam di perairan utara Bali pada Rabu (21/4) lalu. Kapal itu telah digunakan TNI AL selama kurang lebih 40 tahun.

Saat terjadi insiden, KRI Nanggala tengah dalam latihan melaksanakan penembakan torpedo. Latihan itu merupakan bagian dari pembinaan kesiapan operasional prajurit dan satuan di wilayah perairan Bali. Namun, Nanggala justru tenggelam dan diketahui berada di kedalaman 838 meter di bawah permukaan laut.

(mjo/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK