Buruh Surati Biden Minta Hentikan Agresi Israel ke Palestina

CNN Indonesia | Selasa, 18/05/2021 19:39 WIB
Massa buruh menggelar demo di Kedubes AS, Jakarta. Mereka menyurati Presiden AS Joe Biden agar agresi militer Israel ke Palestina dihentikan. Massa buruh menggelar demo di kantor perwakilan PBB di Jakarta, Selasa (18/5/2021). Mereka menuntut kemerdekaan Palestina. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia --

Massa buruh yang menggelar aksi solidaritas untuk Palestina mengirim surat untuk Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Mereka mendesak agar AS meminta Israel menghentikan serangan terhadap Palestina.

Aksi solidaritas Palestina digelar di depan kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta Pusat. Massa buruh sebelumnya menggelar demo di depan Kantor Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Jakarta.

Presiden KSPI, Said Iqbal mengatakan surat untuk Biden itu ditulis dalam dua bahasa yakni Inggris dan Perancis. Surat itu, kata Said, diserahkan kepada pihak Kedubes AS di Indonesia untuk selanjutnya diteruskan kepada Biden.


"Meminta Presiden Amerika Serikat Joe Biden untuk menghentikan, meminta Perdana Menteri Israel menghentikan agresi militer ke Palestina," kata Said di depan Gedung Kedubes AS, Selasa (18/5).

Said mengatakan dalam suratnya itu, pihaknya juga meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghentikan agresi militer ke Palestina.

Lebih lanjut, kata Said, lewat pihak Kedubes AS di Indonesia pihaknya menyampaikan pesan untuk Biden bahwa kemerdekaan merupakan hak setiap negara.

"Maka oleh karena itu, penjajahan di atas muka bumi termasuk penjajahan Palestina oleh Israel harus dihentikan. Kami berharap Presiden Joe Biden dapat mendengar suara kami," tuturnya.

Konflik antara militer Israel dan pasukan Hamas di Palestina kembali memanas di wilayah Jalur Gaza. Sejak 10 Mei lalu, ratusan orang telah meninggal akibat konflik ini.

Kejadian ini merupakan rentetan dari sejarah panjang konflik Israel dan Palestina. Pertikaian antara kedua belah pihak sudah berlangsung selama ratusan tahun.

(dis/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK