DKI Akan Pasang Stiker Rumah Warga yang Kembali dari Mudik

CNN Indonesia | Selasa, 18/05/2021 20:39 WIB
Pemasangan stiker itu bertujuan untuk menandakan bahwa penghuninya baru saja melakukan perjalanan keluar kota dan harus melakukan isolasi mandiri. Ilustrasi penyekatan mudik. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal memasang stiker di rumah-rumah warga yang baru kembali dari mudik pada masa libur Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyampaikan, pemasangan stiker itu bertujuan untuk menandakan bahwa penghuninya baru saja melakukan perjalanan keluar kota dan harus melakukan isolasi mandiri.

"Jadi setiap yang mudik di rumah-rumahnya itu dipasangkan stiker bahwa biar warga tahu ya kalau yang isolasi mandiri," jelas Riza di Balai Kota, Selasa (18/5).


Selain itu, Riza juga menjelaskan bahwa pemasangan stiker itu sebagai bentuk tanggung jawab mereka yang nekat mudik. Pasalnya, pemerintah sudah melarang warga untuk mudik pada periode 6 hingga 17 Mei demi mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

"Ya harus ada dong keterbukaan jangan dia mikirin sendiri, mudik tidak memikirkan keluarga, warga Jakarta, tetangga yang lain, kalau kita mudik berpotensi terpapar dan bisa menularkan kepada keluarga dan lingkungan terdekat," jelasnya.

Lurah Bukit Duri Achmad Syarif mengatakan, pemasangan stiker itu dilakukan melalui pendataan dari RT dan RW setempat kepada warga yang sempat mudik pada periode 6-17 Mei itu. Kemudian setelah didata, pihak kelurahan akan turun langsung ke rumah warga yang bersangkutan diberikan stiker.

"Stiker orang-orang yang pulang kampung di rumahnya itu. Habis itu orang yang sudah balik itu kita berikan tanggal isolasi mandiri selama 14 hari oleh gugus tugas yang ada," ujar Syarif.

Penghuni rumah tersebut kemudian langsung diswab antigen di Puskesmas Kelurahan. Apabila hasilnya negatif, yang bersangkutan dipersilakan pulang dan harus isolasi mandiri.

"Kemudian (bila) ada orang positif langsung kita ajak ke Puskesmas Kecamatan untuk diswab PCR, swab yang sebenarnya," jelasnya.

Selama menunggu hasil tes swab PCR, warga tersebut akan ditempatkan di salah satu lokasi karantina yang telah disediakan. Jika hasil tes swab negatif, maka warga itu dipersilakan pulang, sementara untuk yang positif akan langsung dibawa ke Wisma Atlet untuk dikarantina.

(dmi/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK