Polsek Candipuro Dibakar, Warga Ungkap Kondisi Kriminalitas

CNN Indonesia
Rabu, 19 Mei 2021 12:03 WIB
Warga setempat mengamini banyak terjadi aksi kriminalitas sebelum pembakaran Polsek Candipuro Lampung yang diduga akibat kekecewaan pada aparat. Polsek Candipuro dibakar massa, diduga oleh warga yang tidak puas dengan polisi dalam menangani kasus kriminal di wilayah setempat (CNN Indonesia/Zai)
Jakarta, CNN Indonesia --

Warga sekitar Polsek Candipuro, Lampung Selatan mengamini bahwa kriminalitas tengah meningkat dalam beberapa waktu terakhir di wilayah tersebut. Pencurian, penodongan, hingga pembegalan marak terjadi dan tak kenal waktu.

Hingga kemudian, warga membakar kantor Polsek Candipuro tersebut diduga lantaran kecewa dengan penanganan yang lambat dari pihak kepolisian terhadap aksi kriminal.

"Di akhir-akhir ini, ada sekitar kurang lebih satu atau dua bulan. Terutama di mulai puasa dan lebaran ini, memang tingkat kriminalitas meningkat. Pembegalan, penodongan. Sempat bahkan pernah terjadi siang hari penodongan," kata warga Desa Beringin Kencana, Kecamatan Candipuro, Ahmad Mukhlis Haryadi saat dihubungi CNNIndonesia.com dari Jakarta, Rabu (19/5).

Desa Beringin Kecana merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Candipuro. Lokasi ini dapat dikatakan strategis lantaran berada di jalan utama di kecamatan tersebut, yakni Jln. Soekarno-Hatta.

Mukhlis tak dapat memastikan apakah hal tersebut yang memicu aksi anarkis pembakaran kantor Polsek Candipuro pada Selasa (18/5) malam.

Dari sejumlah informasi yang dihimpun, ratusan masyarakat yang membakar kantor polisi itu sempat mengeluhkan banyaknya kasus kejahatan jalanan yang terjadi. Mereka sempat melakukan orasi agar aparat Polsek melakukan tindakan tegas, namun hal tersebut malah berujung aksi anarkis pembakaran.

"Memang akhir-akhir ini di wilayah Polsek Candipuro bisa dibilang rawan, [tapi] kalau masalah penanganan, kami tidak tahu, saya tidak tahu ada penanganan atau tidak," ucap Mukhlis lagi.

Dia mengatakan bahwa selama ini pihaknya cukup intens berkomunikasi dengan kepolisian terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, beberapa korban dari kasus-kasus kejahatan jalanan telah melaporkan hal tersebut kepada aparat keamanan. Namun, kata dia, kejahatan masih banyak terjadi meskipun tindakan telah banyak ditangani polisi.

"Setahu kami memang, dia (polisi) melakukan patroli juga. Karena memang kami kalau di desa, sudah komunikasi dengan Pak Bhabinkamtibmas, sama Pak Kapolsek sudah. Setahu kami [patroli], kadang malam atau siang beliau berkeliling," kata dia.

Mukhlis mengatakan bahwa kejahatan jalanan sebenarnya masalah sejak lama di wilayah Lampung Selatan. Hanya saja, beberapa kejadian dalam beberapa waktu terakhir tengah meningkat, sehingga ada warga yang merasa skeptis terhadap sikap kepolisian.

"Warga itu inginnya harapan warga itu langsung secepat mungkin. Tapi kan kami enggak tahu bagaimana kendala di lapangan, saya enggak tahu. Yang lebih tahu mungkin pihak kepolisian," tukasnya mengakhiri pembicaraan.

Polisi sendiri berdalih bahwa selama ini wilayah Polsek Candipuro kekurangan personel.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan bahwa terjadi ketimpangan personel dengan masyarakat yang harus diayomi di wilayah hukum Polsek tersebut.

"Di situ ada 52 ribu (warga) yang harus diayomi, sedangkan Polsek anggotanya 19 orang," kata Pandra saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (19/5).

Ketimpangan jumlah personel itu membuat setiap warga di sana merasa tak terayomi dengan maksimal. Belum lagi, kata dia, terdapat sejumlah operasi pengamanan yang dilakukan dalam rangka penegakan protokol kesehatan Covid-19 yang dilakukan anggota belakangan ini.

Jumlah petugas kepolisian yang hanya 19 personel terkadang tak mampu menangani seluruh keluhan masyarakat Candipuro yang mencapai 55 ribu orang.

"Keterbatasan anggota sangat berpengaruh," ucapnya.

Dia membeberkan, selama 2021 ini sudah ada tujuh kasus laporan polisi terkait kejahatan jalanan yang dikerjakan oleh Polsek Candipuro.

"Pengungkapan kasus polsek candipuro dari januari sampai april terakhir ini ada tujuh laporan polisi yang sudah ditangani polsek candipuro dengan 4 sudah P21 atau berkas sudah naik (ke Kejaksaan)," tambahnya lagi.

Pandra mengatakan, pasca aksi pembakaran itu tidak ada anggota kepolisian yang terluka. Menurutnya, aksi itu disulut oleh provokasi sejumlah masyarakat.

Polda Lampung menyatakan akan melakukan audit internal terkait dengan sejumlah keluhan masyarakat yang menilai tidak ada tindak lanjut oleh aparat terkait kasus kejahatan jalanan di wilayah Polsek Candipuro, Lampung Selatan.

"Akan dilakukan audit internal (untuk mengecek penanganan perkara di Polsek Candipuro)," kata Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad saat dikonfirmasi, Rabu (19/5).

(mjo/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER