Hari Kebangkitan Nasional yang Terlupakan
Berbeda dengan kedua orang itu, seorang Satpol PP Damos (40) mengatakan ingat bahwa Hari Kebangkitan Nasional jatuh pada hari ini.
Menurutnya, Hari Kebangkitan Nasional diperingati karena banyak tokoh-tokoh yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Namun, ia tidak mengingat siapa tokoh-tokoh yang dia maksud. "Waduh lupa," tuturnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Damos mengaku punya makna tersendiri terkait Hari Kebangkitan Nasional. Menurutnya, peristiwa di masa lampau kerap memengaruhi kehidupannya sekarang.
"Semangatnya aja. Kalau enggak ada dulu enggak bakal ada kita sekarang. Meskipun tertinggal dibanding bangsa lain," ujarnya.
Sama dengan Damos, Lia (25), perempuan asal Palembang mengingat hari ini sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Namun, ia tidak mengingat siapa saja tokoh-tokoh yang dianggap pelopor kebangkitan bangsa serta mengapa hari ini ditetapkan sebagai Hari Krbangkitan Nasional.
Menurutnya, instansi-intansi pemerintah lebih tertarik dalam memeringati hari pahlawan ketimbang Hari Kebangkitan Nasional.
"Kan selama ini kalau di beberapa instansi hari pahlawan yang sering diperingan harusnya hari kebangkitan juga. Tapi memang kurang jadi kita sebagai masyarakat kita juga awam ya hari ini hari apa," ujarnya.
Selain itu, Lia juga mengatakan Hari Kebangkitan Nasional mulai dilupakan. Berdasarkan pantauannya, di media sosial miliknya, topik Harkitnas sepi dibicarakan.
"Kalau dilihat dari media sosial sih enggak terlalu kelihatan banget ya. kalau hari pahlawan kan banyak kayak acara, giveaway, dan semacamnya," ucap dia.
Meski begitu, Harkitnas menurut dia mengingatkan dirinya untuk bangkit dari situasi pandemi virus corona.
"Harus semangat, menjunjung tinggi semangat para pahlawan karena kan kebangkitan. Apalagi di tengah pandemi ini kita kan harus adaptasi. Kita harus optimis pasti pandemi berlalu," ujarnya.
(yla/fra)[Gambas:Video CNN]
Setiap 20 Mei, Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Dikutip dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, peringatan tersebut diambil dari tanggal lahirnya organisasi Boedi Oetomo.
Organisasi Boedi Oetomo digagas oleh Dr Sutomo dan para mahasiswa School tot Opleiding van Indische Artsen atau STOVIA pada 20 Mei 1908. Organisasi tersebut bergerak di bidang sosial, ekonomi, dan budaya.
Budi Utomo dianggap menjadi pelopor kemunculan organisasi-organisasi pergerakan yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari Kebangkitan Nasional ditetapkan oleh Presiden Soekarno pada 20 Mei 1948, di Istana Kepresidenan Yogyakarta.
Kemudian, Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 1 Tahun 1985 tentang Penyelenggaraan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional.
Puluhan tahun berlalu ditetapkan, banyak masyarakat yang mulai lupa. Bahkan ada yang menganggap sudah tak relevan.
Salah satu warga Jakarta yang tinggal di Bali, Rusdiansyah (27) mengaku tahu ada Hari Kebangkitan Nasional. Namun, ia tak mengetahui bahwa hari tersebut jatuh pada hari ini.
"Oh enggak tahu kalau hari ini," kata Rusdi kepada CNNIndonesia.com, Kamis (20/5).
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai supir pribadi ini juga mengaku tak tahu-menahu soal sejarah Hari Kebangkitan Nasional. Namun ia tahu ada organisasi bernama Boedi Oetomo.
Setiap tahun ia tak pernah memeringati Hari Kebangkitan Nasional. Begitu pun dengan peringatan bersejarah lainnya.
"Enggak pernah lihat kalender sih. tahu-tahu nerima gaji aja udah," ujarnya.
Rusdi menyadari Hari Kebangkitan Nasional patut untuk diperingati. Namun, bagi orang seusianya peringatan tersebut tidak begitu penting.
"Mungkin untuk anak muda biasa aja kali ya," katanya.
Sama dengan Rusdi, Fairuz (22) juga tidak tahu bahwa hari ini diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Ia juga mengaku tidak mengetahui bahwa dulu pernah ada organisasi bernama Boedi Oetomo. Yang ia tahu Boedi Oetomo adalah salah satu sekolah yang ada di Jakarta.
Namun, ia menilai Hari Kebangkitan Nasional penting untuk diperingati. Meskipun menurutnya sudah kurang relevan.
"Mungkin sebenarnya penting tapi karena kita udah enggak di zaman yang bener-bener inget jadi kita ngerasa enggak penting," kata Fairuz kepada CNNIndonesia.com, Kamis (20/5).
"Kita sudah enggak mikirin gitu-gitu lagi, makanya orang nganggepnya enggak penting," ujarnya menambahkan. Fairuz mengatakan dirinya lebih ingat hari-hari besar lain seperti, Idulfitri, Natal, Hari Pahlawan dan Heri Pendidikan.
Bangkit Melawan Pandemi Covid-19
Hari Kebangkitan Nasional selalu diperingati setiap 20 Mei. Ilustrasi (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Berbeda dengan kedua orang itu, seorang Satpol PP Damos (40) mengatakan ingat bahwa Hari Kebangkitan Nasional jatuh pada hari ini.
Menurutnya, Hari Kebangkitan Nasional diperingati karena banyak tokoh-tokoh yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Namun, ia tidak mengingat siapa tokoh-tokoh yang dia maksud. "Waduh lupa," tuturnya.
Meski demikian, Damos mengaku punya makna tersendiri terkait Hari Kebangkitan Nasional. Menurutnya, peristiwa di masa lampau kerap memengaruhi kehidupannya sekarang.
"Semangatnya aja. Kalau enggak ada dulu enggak bakal ada kita sekarang. Meskipun tertinggal dibanding bangsa lain," ujarnya.
Sama dengan Damos, Lia (25), perempuan asal Palembang mengingat hari ini sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Namun, ia tidak mengingat siapa saja tokoh-tokoh yang dianggap pelopor kebangkitan bangsa serta mengapa hari ini ditetapkan sebagai Hari Krbangkitan Nasional.
Menurutnya, instansi-intansi pemerintah lebih tertarik dalam memeringati hari pahlawan ketimbang Hari Kebangkitan Nasional.
"Kan selama ini kalau di beberapa instansi hari pahlawan yang sering diperingan harusnya hari kebangkitan juga. Tapi memang kurang jadi kita sebagai masyarakat kita juga awam ya hari ini hari apa," ujarnya.
Selain itu, Lia juga mengatakan Hari Kebangkitan Nasional mulai dilupakan. Berdasarkan pantauannya, di media sosial miliknya, topik Harkitnas sepi dibicarakan.
"Kalau dilihat dari media sosial sih enggak terlalu kelihatan banget ya. kalau hari pahlawan kan banyak kayak acara, giveaway, dan semacamnya," ucap dia.
Meski begitu, Harkitnas menurut dia mengingatkan dirinya untuk bangkit dari situasi pandemi virus corona.
"Harus semangat, menjunjung tinggi semangat para pahlawan karena kan kebangkitan. Apalagi di tengah pandemi ini kita kan harus adaptasi. Kita harus optimis pasti pandemi berlalu," ujarnya.