Jubir OPM Mau Ambil Jalur Diplomasi dengan RI Asal Ada PBB

CNN Indonesia | Sabtu, 29/05/2021 16:43 WIB
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) bersedia berdialog dengan pemerintah Indonesia dan PBB. Ilustrasi OPM dan militer. (ANTARA FOTO/Gusti Tanati)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom menyebut pihaknya tak bersedia melakukan dialog atau diplomasi jika itu hanya dilakukan dua pihak antara pemerintah Indonesia dengan pihaknya.

"Kami TPNPB di bawah Pimpinan Gen Goliath Tabuni menolak dialog dengan Jakarta," kata Sebby saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Sabtu (29/5).

Namun pihaknya mendesak agar pemerintah Indonesia bersedia melakukan perundingan dengan pihak TPNPB OPM pimpinan Gen Goliath Tabuni bersama dengan semua komponen pembebasan Papua yang selama ini melakukan perlawanan.

Dialog itu, kata dia, harus dimediasi oleh pihak ketiga yakni Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Kami tidak ada agenda dialog, namun agenda kami yang ada adalah perundingan segitiga, yaitu perundingan yang dimediasi oleh Badan Organisasi PBB," kata dia.

"Jadi dialog Jakarta Papua tidak akan terwujud, apabila aktor utama tidak dilibatkan," jelasnya.

Sebelumnya, TPNPB OPM menunjuk Puncak Ilaga, Papua sebagai lokasi perang dengan aparat gabungan TNI Polri. Wilayah itu mereka tunjuk lantaran diklaim jauh dari wilayah sipil sehingga tak akan membahayakan masyarakat sipil Papua.


Di sisi lain, pihak TNI tak ambil pusing dengan penunjukan Puncak Ilaga sebagai lokasi perang melawan OPM.

Namun, anggota Dewan Perwakilan daerah (DPD) RI dari Papua Filep Wamafma meminta agar pemerintah Indonesia melakukan upaya diplomasi dan komunikasi dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) dibandingkan dengan perang terbuka di Ilaga.

"Saya berharap perlu ada diplomasi politik antara TNI, Polri dan OPM agar ada solusi terbaik, ini untuk menyelamatkan warga sipil," kata Filep kepada CNNIndonesia.com, Jumat (28/5).

CNNIndonesia.com telah mencoba menghubungi Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Kolonel Czi IGN Suriastawa dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD melalui pesan singkat dan sambungan telepon terkait ajakan mediasi dengan melibatkan PBB.

Namun hingga berita di turunkan Suriastawa dan Mahfud belum merespons.

(tst/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK