Survei SMRC: 71 Persen Warga RI Sebut Israel Bersalah

CNN Indonesia | Selasa, 01/06/2021 00:54 WIB
Survei SMRC menunjukkan 71 persen warga Indonesia menilai Israel pihak yang bersalah dalam konflik dengan Palestina. Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/ Adi Maulana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyatakan 71 persen warga Indonesia menilai Israel adalah pihak yang bersalah dalam konflik dengan Palestina. Sementara 3 persen menilai Palestina yang bersalah.

"Kemudian ada 5 persen yang menilai keduanya bersalah, yang tidak menjawab 21 persen," kata Direktur Komunikasi SMRC, Ade Armando, Senin (31/5).

Ade mengatakan temuan ini menunjukkan kuatnya pandangan masyarakat Indonesia bahwa Israel adalah pihak yang bersalah dalam konflik berkepanjangan tersebut.


"Dalam hal ini, sikap politik Presiden Jokowi yang menegaskan Indonesia membela rakyat Palestina nampak sejalan dengan aspirasi publik," kata Ade.

Dari hasil survei juga menunjukkan 88 persen warga Indonesia mengetahui peningkatan konflik Israel-Palestina beberapa waktu terakhir.

Di antara jumlah tersebut, ada sekitar 48 persen yang berharap pemerintah menyatakan dukungan terhadap Palestina. Sementara yang berharap pemerintah mendukung Israel hanya 2 persen.

"48 persen warga berharap pemerintah menyatakan dukungan terhadap Palestina, lalu berharap pemerintah dukung Israel sebesar 2 persen, yang berharap pemerintah netral membantu mencari jalan tengah untuk kedamaian kedua belah pihak 42 persen. Yang tidak punya sikap 9 persen," ujarnya.

Ade juga menjelaskan survei tersebut menunjukkan mayoritas warga memandang pemerintah selama ini telah berperan besar dalam membantu penyelesaian konflik Israel-Palestina.

Lebih lanjut, hasil survei juga menunjukkan 35 persen responden setuju dengan opsi bahwa negara Palestina dan negara Israel harus diakui dan hidup berdampingan.

Selain itu, sekitar 41 persen warga Indonesia setuju dengan opsi bahwa Negara Israel tidak boleh diakui karena berdiri di atas tanah Palestina.

"Yang tidak punya sikap 24 persen," tambah Ade.

Selain itu, Ade mengatakan terdapat pola jawaban berbeda antara kelompok Muslim dan non-Muslim Indonesia mengenai hal tersebut. Ia mengatakan warga Muslim yang memilih opsi mengakui keberadaan kedua negara hidup berdampingan sebesar 32 persen.

"Sedangkan yang memilih opsi tidak mengakui keberadaan negara Israel ada 43 persen, dan yang tidak punya pendapat ada 25 persen," kata Ade.

Sementara itu mayoritas dari warga non-Muslim atau 56 persen memilih opsi mengakui keberadaan kedua negara. Sementara yang setuju dengan opsi negara Israel tidak boleh diakui ada 28 persen, dan yang tidak punya pendapat ada 16 persen.

Pendukung Prabowo Tolak Israel

Survei menunjukkan penolakan atas keberadaan Israel cenderung lebih kuat di kelompok pendukung Prabowo dibandingkan pendukung Jokowi.

Pada segmentasi pemilih Jokowi yang mengakui keberadaan kedua negara tersebut ada 37 persen. Sementara yang memilih opsi tidak mengakui negara Israel ada 40 persen dan yang tidak menjawab 23 persen.

"Kelompok pemilih Prabowo, yang memilih mengakui keberadaan kedua negara tersebut ada 28 persen. Yang memilih opsi tidak mengakui negara Israel ada 49 persen dan yang tidak menjawab 23 persen," kata Ade.

Perbedaan juga terlihat antara pemilih partai politik. Yang memilih opsi mengakui keberadaan kedua negara paling banyak berasal dari massa pemilih partai nonparlemen sebesar 64 persen. Selanjutnya massa pemilih PKB 58 persen dan NasDem 51 persen.

Sedangkan yang memilih opsi tidak mengakui keberadaan Negara Israel paling banyak berasal dari massa pemilih PKS 60 persen, PAN 59 persen Demokrat 53 persen dan Gerindra 52 persen.

Survei ini dilakukan melalui telepon pada 25-28 Mei 2021 lalu dengan sampel 1201 responden secara random. Margin of error dalam survei ini diperkirakan +/- 2,9 persen.

(rzr/psp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK