Buruh Desak RI Keluar Jika PBB 'Cicing Wae' terhadap Israel

CNN Indonesia | Jumat, 28/05/2021 15:59 WIB
Buruh dari GPMI meminta Pemerintah RI keluar dari keanggotaan jika PBB tak melakukan tindakan konkret terhadap Israel. Buruh dari Gerakan Pekerja Muslim Indonesia (GPMI) menggelar demo bela Palestina sambil mendesak PBB bertindak terhadap Israel, Jumat (28/5). (Foto: CNN Indonesia/ Yulia Adiningsih)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah buruh yang tergabung dalam Gerakan Pekerja Muslim Indonesia (GPMI) mendesak Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) segera bertindak terhadap Israel. Jika tidak, Pemerintah RI diminta keluar dari keanggotaannya.

"Ingat sekali lagi, rakyat Indonesia akan minta kepada pemerintah Jokowi kalau PBB masih tetap cicing wae, diam saja, berarti itu mereka (PBB) orang-orang tau diri," seru salah satu anggota Presidium Daeng Wahidin, dalam demo yang digelar di depan gedung Perwakilan PBB, Jakarta Pusat, Jumat (28/5).

"Lebih baik Indonesia keluar dari keanggotaan PBB saudara-saudara," imbuh dia.


Menurutnya, pembiaran terhadap agresi Israel atas Palestina itu bertentangan dengan konstitusi.

Daeng mengaku GPMI tidak membenci rakyat Israel dan hanya membenci kebijakan zionis Israel. Ia menilai banyak kebijakan Israel yang hendak merampok Palestina lewat pengusiran dan pendirian permukiman ilegal.

"Terjadi pengusiran rakyat Palestina, ini yang tidak bisa dibiarkan," ucap dia.

Senada, Koordinator Presidium GPMI Riden Hatam Azis meminta PBB untuk secepatnya turun tangan.

"Mendesak PBB untuk memberikan sanksi yang setegas-tegasnya kepada penjajah Israel," ucapnya di atas mobil komando, Jumat (28/5).

Sebelumnya, Dewan Hak Asasi Manusia PBB sepakat untuk melakukan penyelidikan internasional atas dugaan kejahatan yang dilakukan selama konflik 11 hari antara Israel dan Hamas di Gaza, Kamis (27/5).

Penyelidikan independen ini disebut memiliki mandat luas untuk menginvestigasi semua dugaan pelanggaran yang di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki Israel, serta wilayah Israel sendiri.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet mengatakan bahwa serangan mematikan Israel di Gaza kemungkinan merupakan kejahatan perang dan Hamas telah melanggar hukum humaniter internasional dengan menembakkan roket ke Israel.

Sementara, Presiden Jokowi mengaku mengutuk keras agresi Israel ke Palestina sambil menggalang dukungan dari sejumlah negara tetangga atau pun negara mayoritas muslim untuk menekan Israel dan PBB.

(yla/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK