Taruhan Tinggi PDIP Usung Puan Saat Elektabilitas Mandek

CNN Indonesia | Kamis, 10/06/2021 06:07 WIB
Pengamat politik menilai ada 'penyekat-penyekat' berlapis yang bisa berat bagi PDIP bila ngoyo mengusung Puan Maharani untuk Pilpres 2024. Ketua DPR RI Puan Maharani (kanan) dalam satu momen bersama ibunya yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kiri). (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bursa kandidat capres atau cawapres untuk berlaga di Pilpres 2024 mendatang sudah mulai dimunculkan oleh tiap-tiap partai politik. Salah satu yang memunculkan kadernya di bursa Pilpres 2024 mendatang adalah PDI Perjuangan (PDIP).

Ketua DPP PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto mengatakan bahwa Ketua DPR RI Puan Maharani akan diposisikan sebagai calon wakil presiden. Ia mendorong nama Puan, siapa pun calon presiden yang diusung PDIP nanti di 2024.

Hal itu dikatakan Bambang dalam sebuah rekaman suaranya yang beredar.


"Rumusnya, Puan Maharani teh botol sosro. Apapun makanannya, minumnya teh botol sosro. Ya to? Siapa pun calon presidennya, wakilnya PM (Puan Maharani)," kata Bambang dalam rekaman suara tersebut.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati mengatakan wacana Puan sebagai Cawapres menjadi bekal transaksi politik bagi PDIP saat berhadapan dengan partai lain guna melakukan koalisi di Pilpres 2024 mendatang.

"Tentu pengusungan Puan sebagai Cawapres menjadi transaksi politik harga mati bagi PDIP bila ditawari berkoalisi dengan partai lain," kata Wasisto kepada CNNIndonesia.com, Selasa (8/6).

Meski begitu, Wasisto menilai pencalonan Puan bakal menjadi pertaruhan dan risiko tersendiri bagi PDIP. Salah satu yang disorot yakni soal hasil survei yang menunjukkan elektabilitas perempuan yang juga tercatat sebagai Ketua DPP PDIP itu masih rendah dan stagnan.

Ketua DPP PDI-P Bidang Pemenangan Pemilu Bambang WuryantoKetua DPP PDI-P Bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto. (CNN Indonesia/Damar Sinuko)

Wasisto menilai kondisi demikian menjadi tantangan sendiri bagi PDIP dalam menyodorkan kandidat. Sebab, partai-partai lain pasti memilih pasangan capres-cawapres yang memiliki elektabilitas tinggi.

Sejumlah survei capres belakangan ini menempatkan Puan masih memiliki elektabilitas yang rendah dan stagnan. Survei Y-Publica misalnya menunjukkan Puan ada di posisi ke-12 dengan 0,7 persen. Pada survei capres perempuan versi Akar Rumput Strategic Consulting (ASRC), Puan hanya meraih posisi kelima dengan 4,01 persen.

Baru-baru ini, survei terbaru Parameter Politik Indonesia, menempatkan Puan di posisi ke-12 dengan elektabilitas 1,7 persen.

"Saya pikir PDIP juga menyadari bahwa elektabilitas Puan yang masih rendah hingga saat ini jadi alasan untuk diplot sebagai cawapres. Selain itu bisa jadi itu bagian dari upaya imitasi politik Puan untuk meniru ibunya, Megawati [Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri], yang dulu sebelum jadi presiden itu menjadi wapres dulu," kata Wasisto.

Sebagai informasi, Megawati yang semula wakil presiden naik jabatan menjadi Presiden kelima RI pada 2001 silam setelah Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dimakzulkan MPR RI.

Upaya memoles elektabilitas Puan untuk 2024 ada di halaman selanjutnya.

Tantangan Memoles Elektabilitas Puan

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK