Bermula dari Klaster Keluarga, Satu RT di Sleman Lockdown

CNN Indonesia | Kamis, 10/06/2021 17:10 WIB
Camat Ngaglik, Sleman, Subagyo mengatakan keputusan memberlakukan karantina satu RT setelah mengevaluasi hasil tes dari telusur kontak erat Covid-19. Ilustrasi. Camat Ngaglik, Sleman, Subagyo mengatakan keputusan memberlakukan karantina satu RT setelah mengevaluasi hasil tes dari telusur kontak erat Covid-19. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 34 orang warga Plosokuning V, Minomartani, Ngaglik, Sleman, DI Yogyakarta, dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Camat Ngaglik Subagyo menyebut kasus pertama di wilayah ini terdeteksi pada Senin (7/6). Saat itu, diketahui ada seorang warga RT 22 RW 9 Plosokuning V yang dinyatakan positif terpapar virus Corona.

"Awalnya ada orang yang bergejala, terus periksa mandiri lalu ketahuan positif," kata Subagyo saat dihubungi, Kamis (10/6).


Penelusuran kontak selanjutnya menyasar sejumlah orang dekat pasien tersebut. Hasilnya, diperoleh 10 kasus baru, Rabu (9/6) kemarin.

"Lalu hari ini ada 23 (kontak erat positif Covid-19), jadi totalnya 34 orang," urai Subagyo.

Sebagian pasien saat ini sudah dievakuasi ke Fasilitas Kesehatan Darurat Covid-19 (FKDC) Rusunawa Gemawang, Mlati. Sementara itu, sisanya menjalani isolasi mandiri.

Atas peristiwa ini, Satgas Covid-19 berencana memberlakukan karantina wilayah atau lockdown di RT 22.

"Barusan tadi direncanakan (lockdown) untuk RT 22 tadi," kata Subagyo siang tadi.

Sementara Kepala Puskesmas Ngaglik I Khamidah Yuliati menyebut 33 kasus tambahan sejak kemarin merupakan anggota keluarga maupun tetangga dari pasien pertama yang dinyatakan positif Covid-19 pada 5 Juni lalu.

Satu di antara mereka kemudian harus dirujuk ke Rumah Sakit Puri Husada, Ngaglik, Sleman, lantaran mengalami gejala.

"Yang disampaikan ke kami itu 7 orang dalam satu keluarga itu positif. Jadi, awalnya itu klaster keluarga," ujar Yuliati saat dihubungi, Kamis.

Yuliati memaparkan puluhan kasus ini tersebar tidak hanya di satu RT saja. Namun, lanjutnya, kebanyakan pasien merupakan warga RT 22.

Penelusuran kontak, menurutnya telah menyasar hingga 101 orang. Tracing akan kembali dilakukan berdasarkan riwayat kontak erat 23 pasien tambahan hari ini.

"Untuk RT tersebut (22), tracing sudah berhenti. Tapi kita akan menindaklanjuti kontaknya dengan 23 ini sedang kita cari datanya yang ada di desa tersebut," tutupnya.

(kum/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK