Wamenkes: Varian Baru Dorong Lonjakan Kasus Covid-19 di RI

CNN Indonesia | Kamis, 10/06/2021 21:27 WIB
Wamenkes Dante mengatakan pemerintah akan gencar melakukan pemeriksaaan Whole Genome Sequence terhadap sejumlah sampel pasien Covid-19. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan Ilustrasi (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan varian mutasi virus corona (Covid-19) menjadi salah satu penyebab lonjakan kasus di sejumlah daerah. Dante menyebut pemerintah akan meningkatkan pemeriksaan dengan Whole Genome Sequence (WGS).

Data terakhir LBM Eijkman, sudah ada 70 kasus 'Variant of Concern (VoC)' yang teridentifikasi di Indonesia berdasarkan hasil WGS secara berkala. Rinciannya, 34 kasus B1617, 31 kasus B117, dan 5 kasus B1351.

"Tidak kalah penting kegiatan WGS, karena penyebab dari adanya peningkatan kasus selain mobilisasi juga karena mutasi virus yang ada," kata Dante dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube Lawan Covid19 ID, Kamis (10/6).


Dante mengatakan pemerintah telah menetapkan langkah mitigasi di daerah yang sudah terjadi ledakan dan daerah yang belum serta berpotensi mengalami ledakan kasus Covid-19.

Untuk daerah yang sudah mengalami lonjakan kasus Covid-19 seperti di Kabupaten Kudus dan Kabupaten Bangkalan, pihaknya telah mengirim bantuan tenaga kesehatan, alat kesehatan, hingga menambah lokasi isolasi.

Sementara untuk daerah yang belum mengalami ledakan, pihaknya akan menggencarkan kampanye protokol kesehatan dan juga mengencangkan strategi tes, telusur, dan tindak lanjut (3T).

Selain itu, kata Dante, pemerintah juga telah mendorong akselerasi vaksinasi di sejumlah daerah yang berpotensi mengalami lonjakan.

"Vaksinasi dilakukan supaya dapat memberikan peluang tidak lebih berat apabila terjadi infeksi di daerah tersebut," ujarnya.

Keterbatasan WGS

Lebih lanjut, Dante mengatakan pemerintah mengalami keterbatasan dalam memeriksa varian mutasi virus SARS-CoV-2 menggunakan Whole Genome Sequence (WGS).

Sejauh ini WGS yang dilakukan secara berkala baru mencapai sekitar 2.000 sampel yang diperiksa.
Sementara sejauh ini baru ada 17 laboratorium yang tersedia untuk memeriksa WGS.

"Mengapa baru 2.000? karena memang keterbatasan dari pemeriksaan secara teknis yg dilakukan membutuhkan waktu tertentu," kata Dante.

Dante menjelaskan selama ini pihaknya melakukan WGS acak dengan mekanisme pengiriman sekitar 5 sampel warga setiap pekannya.

Sampel tersebut diambil dari kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) maupun Warga Negara Asing (WNA) yang datang ke Indonesia, hingga warga dengan hasil pemeriksaan Cycle Threshold (CT) di bawah 30 persen.

"Model-model tertentu dari penyebaran varian-varian tersebut tidak menuju keganasan terhadap klinsi, akan tetapi menunjukkan kecepatan dari penyebaran yang terjadi," kata dia.

LBM Eijkman mencatat sudah ada 70 kasus yang tergolong 'Variant of Concern (VoC)'. Rinciannya, 34 kasus B1617, 31 kasus B117, dan 5 kasus B1351.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan empat varian yang masuk dalam kategori VoC, yaitu B117 dari Inggris, B1351 dari Afrika Selatan, B1617 dari India dan P1 dari Brasil.

VoC merupakan varian yang memiliki peningkatan penularan atau perubahan yang merugikan dalam epidemiologis, memiliki peningkatan virulensi atau perubahan presentasi penyakit klinis, bahkan mampu menurunkan efektivitas vaksin. Hanya saja masih sedikit bukti sehingga perlu penelitian lebih lanjut.

(yla/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK