Keluarga Disebut Tolak Autopsi Jenazah Wakil Bupati Sangihe

CNN Indonesia | Jumat, 11/06/2021 18:25 WIB
Koordinator Gerakan Save Sangihe Island Jull Takaliuang menyatakan keluarga menolak jenazah Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Helmud Hontong untuk diautopsi. Keluarga menolak jenazah Wakil Bupati Sangihe, Helmud Hontong diautopsi. (ANTARA/HO-Dok. Pribadi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Koordinator Gerakan Save Sangihe Island Jull Takaliuang menyatakan pihak keluarga menolak jenazah Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Helmud Hontong untuk diautopsi.

Helmud meninggal dunia dalam penerbangan Lion Air JT-740 rute Denpasar-Makassar, Rabu (9/6). Pihak kepolisian menyatakan bahwa Helmud meninggal karena terkena serangan jantung.

"Mereka mengatakan bahwa keputusan keluarga sudah bulat, tidak akan mengizinkan untuk diautopsi. Kita enggak bisa ngapa-ngapain ya, itu kan hak keluarga sendiri. Mereka sudah melakukan pertemuan dan memutuskan seperti itu," kata Jull saat dihubungi, Jumat (11/6).


Wafatnya Helmud sempat menjadi perbincangan. Pasalnya, ia meninggal setelah tak lama meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT PT Tambang Mas Sangihe (TMS) di wilayahnya.

Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) juga meminta kepolisian untuk mengusut tuntas kematian Helmud. Jatam merasa janggal dengan kematian Helmud yang getol menolak izin tambang emas di wilayahnya.

Menurut Jull, Helmud merupakan salah satu pihak yang menjadi tonggak perjuangan untuk menyelamatkan Pulau Sangihe dari ancaman kerusakan. Ia menyatakan dirinya dan warga Sangihe merasa sangat kehilangan sosok Helmud.

"Sebenarnya kami berharap bahwa dia akan terus ada sebagai salah satu tonggak perjuangan untuk menyelamatkan pulau ini dari ancaman kerusakan maupun terhadap bagaimana gangguan kesehatan yang berpotensi terjadi ketika ada tambang," ujarnya.

Terkait kejanggalan kematian Helmud, Jull tak mau bicara lebih lanjut. Ia menyerahkan kepada pihak berwenang jika memang ada dugaan lain dari kematian Helmud.

"Saya tidak bisa berspekulasi lebih, kecuali jika proses hukum yang dijalankan bisa membuktikan hal-hal lain yang terjadi," katanya.

(dmi/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK