Wagub DKI Sebut Kebijakan Road Bike Lewat JLNT Belum Final

CNN Indonesia | Jumat, 11/06/2021 23:59 WIB
Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Cassablanca sebagai jalur khusus sepeda balap (road bike) jadi polemik. Kebijakan tersebut disebut belum final. Sejumlah pesepeda melintasi Jalan Layang Non Tol (JLNT) Tanah Abang-Kampung Melayu di Jakarta, Sabtu, 5 Juni 2021. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria buka suara perihal penolakan kebijakan Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Cassablanca sebagai jalur khusus sepeda balap (road bike) oleh komunitas Bike to Work. Menurut Riza, kebijakan tersebut belum final.

Ia mengatakan kebijakan mengenai jalur khusus sepeda balap itu masih dalam proses pembahasan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Polda Metro Jaya, dan pihak terkait lainnya.

"Kami, Pemprov belum mengambil keputusan terkait kebijakan road bike," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Jumat (11/6).


Riza mengatakan sejauh ini kebijakan sepeda balap dapat melintas di JLNT Cassablanca masih dalam tahap uji coba. Politikus Partai Gerindra itu mengatakan Pemprov DKI Jakarta terbuka terhadap seluruh masukan mengenai hal tersebut.

"Silakan semua komunitas, apa pecinta road bike, apa non road bike, atau komunitas lain silakan berikan masukan kepada kita semua," jelas dia.

Ia memastikan, nantinya kebijakan yang diambil Pemprov DKI merupakan hasil terbaik, lantaran telah mendengar semua masukan serta dibahas dengan para ahli di bidangnya masing-masing.

"Jadi kami sekalipun punya kewenangan tidak pernah mengambil kebijakan secara sepihak," tutut Riza.

Komunitas Bike to Work menolak kebijakan JLNT Cassablanca dapat dilintasi oleh sepeda balap. Mereka beralasan, JLNT sejatinya hanya dikhususkan terhadap kendaraan roda empat.

Bahkan, kendaraan roda dua seperti sepeda motor dilarang melintas. Oleh sebab itu, Bike to Work menilai dispensasi untuk sepeda balap ini bermasalah, khususnya mengenai alasan keselamatan.

Politikus Partai Gerindra itu dengan tegas membantah anggapan tersebut. Riza memastikan, justru kebijakan ini yang paling penting adalah memastikan keselamatan semua pihak.

"Keselamatan semua, tidak hanya pengguna sepeda balap, tapi keselamatan komunitas lainnya, sepeda non sepeda balap, sepeda motor, pejalan kaki, maupun yang lainnya," ujarnya.

Komunitas sepeda Bike to Work (B2W) berencana menggelar aksi, Minggu (13/6). Rencana aksi itu untuk merespons kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memberi diskresi kepada sepeda balap dapat melintas Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Cassablanca.

Ketua Komunitas Bike to Work Putut Soedarjanto mengatakan aksi ini sekaligus untuk mengingatkan pemangku kebijakan untuk tidak menubruk aturan yang ada.

"Ini bukan aksi untuk menentang road bike maupun jalurnya, melainkan keprihatinan kami atas kebijakan yang diambil Pemprov, dalam hal ini Dishub DKI terkait jalur khusus road bike," kata Putut saat dihubungi, Jumat (11/6).

(dmi/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK