Menkes Akui Kasus Mutasi Corona Naik di Kudus hingga Pati

CNN Indonesia | Senin, 14/06/2021 15:42 WIB
Pemerintah mengklaim kebanyakan mutasi corona yang masuk ke Indonesia datang dari pekerja migran dan mobilitas angkut barang di pelabuhan. Ilustrasi virus corona. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya mendeteksi lonjakan kasus yang terkonfirmasi mutasi corona di Kudus, Jepara, Rembang, Grobogan dan Pati, Jawa Barat.

"Kita mulai melihat ada kenaikan [kasus] signifikan di beberapa daerah. Khususnya teman-teman di Jateng, di Kudus, Jepara, Rembang, Grobogan, Pati itu kita lihat ada kenaikan. Dan memang sudah terkonfirmasi itu varian baru," kata Budi melalui acara yang disiarkan Youtube IDI Wilayah Jawa Tengah, Senin (14/6).

Ia mengatakan pihaknya telah mendapat hasil pemeriksaan whole genome sequencing yang mengkonfirmasi adanya mutasi corona di Kudus sejak Jumat (11/6) lalu.


Menurut Budi, kebanyakan mutasi corona yang masuk ke Indonesia datang dari pekerja migran dan mobilitas angkut barang di pelabuhan. Lantaran penularan corona yang masif, Budi kemudian bertolak ke Kudus pekan lalu. Ia mengaku mendapati kabupaten tersebut mengalami tekanan yang besar karena penularan kasus yang tinggi.

Kini, sambung dia, kasus covid-19 di Kudus sudah mulai mereda. Namun penularan bergeser ke daerah lain hingga ke luar Jawa Tengah, seperti ke Madura, Bandung bagian selatan, sampai ke DKI Jakarta.

Untuk mengantisipasi pembludakan kasus di penjuru daerah, Budi mengatakan telah menyediakan 75 ribu kapasitas tempat tidur isolasi covid-19. Per Sabtu (12/6), kuota tersebut sudah terisi hingga 40 ribu tempat tidur, naik dua kali lipat dibanding sebelum libur Idul Fitri 2021.

"ICU juga sekitar 7.500 an [tempat tidur], sudah terisi hampir 4.000. Dari yang tadinya [sebelum libur lebaran terisi] 2.200 sampai 2.300. Sudah saatnya kita sangat hati-hati," kata Budi.

Ia pun mengaku khawatir akan kondisi tersebut. Budi mengatakan jika lonjakan kasus berikutnya masih terjadi, penanganannya akan sangat berat bagi pemerintah, tenaga kesehatan, maupun masyarakat.


Sebelumnya, Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan 28 warga di wilayahnya terpapar corona varian B.1617.2 dari India. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun mencurigai peningkatan kasus di Jateng disebabkan oleh adanya mutasi corona.

"Saya sempat curiga dengan pergerakan tiga pekan sebelumnya hanya tiga kabupaten yang mengalami lonjakan kasus, terus bertambah menjadi delapan kabupaten dan sekarang 11 kabupaten. Saya waktu itu yakin ini pasti varian baru," kata Ganjar di Kudus.

(fey/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK