Asrama Mahasiswa UTM Disiapkan untuk Pasien Covid Bangkalan

CNN Indonesia | Selasa, 15/06/2021 09:05 WIB
Selain asrama UTM Bangkalan, lokasi lain yang disiapkan untuk isolasi pasien Covid-19 antara lain Gedung BPWS, BLK, hingga Balai Diklat Bangkalan, Jawa Timur. Pemkab Bangkalan menyiapkan asrama mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) untuk lokasi isolasi pasien Covid-19. Ilustrasi (ANTARA FOTO/YUSUF NUGROHO)
Surabaya, CNN Indonesia --

Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Bangkalan menyiapkan sejumlah gedung untuk lokasi isolasi pasien positif virus corona (Covid-19).

Lokasi yang disiapkan antara lain Gedung Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura (BPWS) Bangkalan, Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Bangkalan, Balai Diklat Bangkalan, dan asrama mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Timur Makhyan Jibril mengatakan Gedung BPWS telah berfungsi sebagai sebagai tempat isolasi terpusat di Bangkalan. Gedung ini mampu menampung 72 pasien Covid-19.


"BPWS difungsikan sebagai isolasi Covid-19 terpusat di Bangkalan, kapasitas 72 orang, dan sudah terisi sebanyak 55 pasien," kata Jibril saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Selasa (15/6).

Jibril menyebut Gedung BLK memiliki kapasitas sebanyak 50 tempat tidur. Sementara Balai Diklat Bangkalan bisa menampung 74 pasien. RSUD Bangkalan sendiri telah ditingkatkan kapasitasnya menjadi 150 bed isolasi dan 14 ICU.

"BLK bisa untuk 50 bed, dan Balai Diklat bisa menampung 74 pasien," ujarnya.

Terpisah, Wakil Bupati Bangkalan Mohni berencana menggunakan asrama mahasiswa di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sebagai tempat karantina alternatif pasien Covid-19.

Menurutnya, asrama mahasiswa UTM tersebut bisa menampung hingga 400 pasien Covid-19. Ia pun membuka kemungkinan akan memfungsikan gedung ini jika kasus corona di wilayahnya terus meningkat.

"Kapasitasnya hampir 400 orang. Kalau meningkat terus, ini akan kita pakai," kata Mohni.

Mohni mengatakan nantinya akses masuk untuk pasien akan dipisahkan dari lokasi yang biasa dilewati oleh mahasiswa. Ia meminta mahasiswa UTM tak perlu risau dengan rencana ini.

"Kami akan pinjam lahan, dan kami pastikan tidak melewati kerumunan mahasiswa atau tempat belajar mahasiswa," ujarnya.

Selain itu, Pemkab Bangkalan juga tengah menghitung kebutuhan petugas medis yang akan bertugas di asrama UTM tersebut.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Jatim, kasus positif Covid-19 di Bangkalan tercatat mengalami kenaikan signifikan sepekan terkahir. Per 14 Juni, jumlah kasus kumulatif corona di wilayah ini mencapai 2.309 kasus, bertambah 65 kasus dari hari sebelumnya.

Dari jumlah itu, sebanyak 1.548 dinyatakan sembuh, 222 meninggal dunia, 539 orang masih menjalani perawatan dan isolasi mandiri.

Melonjaknya kasus positif virus corona di Bangkalan ini membuat sejumlah rumah sakit di Surabaya mengalami kenaikan bed occupancy rate (BOR). Salah satunya adalah Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI).

Per 14 Juni, dari total 400 bed kapasitas RSLI, yang telah terisi sebanyak 363. Rinciannya 65 dari kelompok pekerja migran Indonesia (PMI), 189 dari klaster Madura, 12 dari klaster Pondok, dan 97 dari klaster Umum.

Selain RSLI, BOR isolasi dan ICU sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Surabaya juga mengalami lonjakan signifikan.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febridhitya Prajatara mengatakan saat ini BOR isolasi di Surabaya sebesar 53 persen. Sedangkan, BOR ICU saat ini tercatat telah terisi sebanyak 63 persen.

(frd/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK