Semarang Tarik Rem, Surabaya Gencarkan Tes Lawan Varian India

CNN Indonesia | Selasa, 15/06/2021 07:10 WIB
Pemkot Semarang membatasi kegiatan sosial dan peribadatan maksimal diikuti 50 orang. Restoran dan restoran pertokoan maksimal hingga pukul 22.00 WIB. Ilustrasi pembatasan kegiatan masyarakat menangkal penularan virus corona. (CNN Indonesia/ Adi Maulana)
Semarang, CNN Indonesia --

Pemerintah Kota Semarang memperketat kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) seiring peningkatan kasus positif virus corona (Covid-19) di daerah tersebut dalam sepekan terakhir.

Pengetatan PKM ditujukan pada kegiatan usaha masyarakat seperti PKL, restoran, kafe, toko dan mini market yang dibatasi hingga pukul 22.00 WIB. Sementara, untuk kegiatan sosial budaya termasuk ibadah keagamaan hanya boleh melibatkan peserta sebanyak 50 orang.

"Dalam dua pekan ini kami prihatin karena kasus naik. Apalagi sepekan terakhir ini, kenaikan kasus justru banyak dari dalam kota sehingga kami bersama jajaran Forkopimda akhirnya sepakat "tarik rem" lewat PKM, dimana untuk kegiatan usaha masyarakat kami batasi hanya sampai jam 22.00, dan kegiatan sosial budaya dan keagamaan hanya boleh diikuti 50 peserta. Berlaku dari Senin ini," ungkap Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi usai melakukan monitoring dan evaluasi Covid-19 bersama Forkopimda di Mapolrestabes Semarang, Senin (14/6).


Hendrar berharap keputusan kembali memperketat PKM ini dapat diterima dan dimaklumi oleh masyarakat karena untuk tujuan kesehatan dan keselamatan bersama. Politikus yang akrab disapa Hendi inipun menyatakan PKM apat diubah lagi sesuai dengan kondisi lonjakan kasus Covid-19.

"Kemarin sebelum Lebaran juga kami longgarkan PKM-nya, jam usaha bisa sampai jam 24.00, kegiatan sosial budaya dan keagamaan boleh sampai 100 orang. Makanya kita harus tetap disiplin prokes agar suasana bisa terkendali," tambah Hendrar.

Dari data Dinas Kesehatan Kota Semarang per 14 Juni 2021, kasus aktif Covid-19 di Kota Lumpia ini tercatat sebanyak 1.200 kasus, terdiri dari 683 warga Semarang dan 517 orang warga luar Semarang. Saat ini, Pemkot Semarang terpaksa membatasi pasien Covid rujukan luar kota seiring tingkat BOR Rumah Sakit di Semarang mencapai 85 persen.

Surabaya Gencar Testing di Suramadu

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku akan terus menggencarkan upaya testing di titik penyekatan Jembatan Suramadu sisi Surabaya, menyusul ditemukan tiga kasus Covid-19 mutasi B16172 Delta atau varian India. Kasus itu ditemukan dari warga asal Bangkalan, Jawa Timur.

"Dari [temuan varian B16172 Delta] yang disampaikan Bu Gubernur [Khofifah]. Maka langkah khususnya adalah swab dan tracing," kata Eri di Balai Kota Surabaya, kemarin.

Selain testing, pihaknya juga akan memasifkan upaya tracing atau pelacakan kontak erat pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Untuk itu pihaknya memperkuat para tenaga kesehatan dan personel Babinsa.

Tak hanya di titik penyekatan Suramadu. Upaya testing atau swab massal juga akan dilakukan di titik yang rentan mengalami kerumunan seperti pasar dan mal.

"Swab massal dilakukan lagi. Swab hunter itu digerakkan karena ada varian dari India. kalo lengah, selesai," ujarnya

Eri menyebut bahwa varian baru ini harus dihadapi. Caranya dengan memperkuat langkah penanganan dan pencegahan. Ia pun meminta warga tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat.

"Warga harus kuat, harus saling menjaga dan jaga prokes, nanti usaha jaga jadi sia-sia," pungkas Eri.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmanita mengatakan bahwa kini sudah ada 290 warga asal Madura telah dinyatakan positif Covid-19 melalui tes swab PCR per Senin (14/6).

Angka itu, merupakan bagian dari 25.105 orang yang terjaring penyekatan di Suramadu. Kemudian sebanyak 842 di antaranya dinyatakan positif berdasarkan swab tes antigen. Dari jumlah itu lalu ditemukan 290 warga positif Covid-19 melalui tes swab PCR.

"Total dari awal penyekatan, sudah ada 25.015 orang yang mengikuti swab test. 290 di antaranya positif [tes swab PCR]," kata Feny.

Ia mengatakan bahwa yang terjaring melalui pos penyekatan Suramadu dan kemudian dinyatakan positif Covid-19 tersebut bukan hanya warga Kabupaten Bangkalan saja.

"Bukan warga Bangkalan tok (saja). Tapi warga Madura semua," ucapnya.

(frd/dmr/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK