Bupati Solok Jamin Pendampingan Santri Korban Pencabulan

CNN Indonesia | Rabu, 16/06/2021 15:25 WIB
Sejauh ini sudah ada empat orang korban yang melapor, sementara terdapat sekitar delapan korban lain yang belum melapor karena berbagai alasan. Ilustraso pencabulan. (Istockphoto/Markgoddard)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Solok menjamin bakal memberikan pengobatan dan trauma healing kepada korban pencabulan di Pondok Pesantren M Nasir di Kabupaten Solok, Sumatera Barat

Belasan santri di wilayah itu diduga disodomi oleh pembina asrama santri berinisial MS (29) yang kini melarikan diri.

"Saya akan melakukan bagaimana supaya masyarakat saya ini tenang dan santri yang kena musibah itu bisa dilakukan pengobatan, atau bimbingan konseling," kata Bupati Solok, Epyardi Asda saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (16/6).


Dia mengatakan sudah mengkoordinasikan hal tersebut dengan dinas-dinas terkait di bawah Pemda Solok.

Epryardi pun akan meninjau langsung dan menjalin komunikasi dengan para pemuka agama dan tokoh masyarakat di sekitar Ponpes pada Rabu (16/6) hari ini. Kata dia, pihaknya masih perlu untuk memahami situasi kebatinan masyarakat sekitar.

"Kemarin kami sudah coba mediasi, masyarakat juga sudah lapor. Namun tampaknya masyarakat belum puas," tambah dia.

Sejauh ini, kata dia, tercatat sudah ada empat orang korban yang melapor ke polisi terkait peristiwa pencabulan tersebut.

Sementara, terdapat sekitar delapan korban lain yang belum melapor karena berbagai alasan.

"(Alasan tidak lapor) Katanya ada yang orang tuanya gak mau, takut, macam-macam lah ya. Itu kan dari tokoh masyarakat dan pemuda," tambah dia.

Menurutnya, pemberian konseling dan pengobatan kepada para korban pencabulan tersebut penting untuk menghindari trauma yang akan timbul di masa mendatang.

Polisi sendiri sudah menetapkan pengasuh Ponpres berinisial MS (29) sebagai tersangka pencabulan anak di bawah umur.

Dia mengatakan, telah memasang garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa pimpinan Ponpes, para keluarga hingga korban kasus sodomi tersebut.

Menurut dia, pelaku mengiming-imingi korban untuk bermain gadget dan game hingga akhirnya melakukan aksi pencabulan di asrama ponpes.

(mjo/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK