Ada 46 Kasus Covid, Komisi-komisi DPR Dilarang Kunker 2 Pekan

CNN Indonesia | Kamis, 17/06/2021 18:11 WIB
DPR meniadakan kunjungan kerja (kunker) hingga akhir Juni usai temuan 46 kasus Covid, 11 di antaranya anggota, di area parlemen. Ilustrasi anggota dewan. (Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan pihaknya memutuskan untuk meniadakan kegiatan kunjungan kerja (kunker), baik ke dalam atau luar negeri, bagi komisi-komisi hingga akhir bulan ini, Juni 2021.

Keputusan ini diambil seiring dengan temuan puluhan orang yang bekerja di Gedung DPR RI positif terinfeksi Covid-19.

"Dalam dua minggu ke depan terhitung sejak dari Senin, selama dua minggu untuk melakukan protokol kesehatan yang ketat," kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (17/6).


"Selama dua minggu ke depan sampai dengan akhir Juni itu komisi-komisi di DPR tidak diperkenankan untuk mengadakan kunjungan-kunjungan baik dalam negeri maupun luar negeri," lanjutnya.

Pihaknya juga memutuskan untuk mengurangi jumlah kehadiran anggota dalam rapat-rapat di DPR menjadi sekitar 20 hingga 25 persen.

Menurutnya, DPR juga akan mewajibkan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat terhadap orang-orang yang datang ke Gedung DPR.

"Kita akan sedikit mungkin tamu, kecuali penting-penting harus melalui protokol kesehatan yang ketat," tutur Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu.

Untuk diketahui, sebanyak 46 orang di Gedung DPR dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 saat ini. Sebanyak 11 orang di antaranya merupakan anggota DPR.

"Hari ini, tenaga ahli ada 11 orang, dari PPN terdiri dari pamdal dan TV Parlemen ada tujuh orang, dari PNS ada 17 orang," kata Sekjen DPR Indra Iskandar kepada wartawan, Kamis (17/6).

Menyikapi temuan ini, sebanyak tiga komisi yaitu Komisi I DPR, Komisi VII DPR, serta Komisi VIII DPR telah memutuskan untuk melakukan lockdown alias menghentikan seluruh aktivitasnya untuk sementara waktu.

(mts/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK