LPSK Siap Lindungi Saksi Kasus Pembunuhan Jurnalis di Sumut

CNN Indonesia | Minggu, 20/06/2021 14:09 WIB
LPSK meminta para saksi tak takut untuk menyampaikan keterangan terkait peristiwa pembunuhan seorang jurnalis di Sumatera Utara, Mara Salem Harahap. Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo mengatakan LPSK siap melindungi saksi kasus pembunuhan jurnalis di Sumatera Utara. (Dok. Humas LPSK)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan siap melindungi para saksi kasus pembunuhan jurnalis yang bekerja sebagai pemimpin redaksi salah satu media online di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, Mara Salem Harahap.

LPSK pun meminta para saksi yang melihat, mendengar, dan mengetahui peristiwa penembakan tersebut tak takut melapor dan menyampaikan keterangan terkait peristiwa itu.

"Kami menyampaikan kepada keluarga korban bahwa LPSK siap melindungi saksi-saksi dalam kasus ini, termasuk kepada keluarga bila memang memiliki informasi penting untuk proses penyelidikan dan penyidikan" kata Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo dalam keterangan tertulis, (20/6).


Hasto mengatakan LPSK mendukung aparat kepolisian mengusut tuntas kasus pembunuhan tersebut. Ia juga siap berkoordinasi perihal perlindungan para saksi yang ingin memberikan informasi agar mendapat jaminan perlindungan.

Menurutnya, perlindungan kepada para saksi sangat penting agar mereka merasa lebih tenang dalam memberikan keterangan.

"Kami menjamin saksi bisa dengan aman memberikan keterangan tanpa rasa cemas dan ancaman," ujar Hasto.

Lebih lanjut, Hasto mengecam tindakan kekerasan kepada jurnalis apalagi sampai tewas. Ia menambahkan proses hukum terhadap pelaku harus ditegakkan sesuai dengan aturan berlaku.

DPR Minta Polisi Usut Tuntas

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mendesak polisi mengusut tuntas kasus pembunuhan wartawan di Sumut. Menurutnya, polisi juga harus mengungkap motif di balik pembunuhan tersebut.

"Saya minta agar kasus ini diusut tuntas. Ini adalah preseden buruk bagi dunia pers yang kerjanya dilundungi dengan undang-undang," kata Cak Imin, Minggu (20/6).

Cak Imin mengatakan jurnalis adalah profesi mulia yang harus dihormati dan mendapat perlindungan dalam menjalankan tugasnya. Ia menyebut jurnalis sebagai ujung tombak akurasi informasi.

"Karena itu, saya minta polisi segera mengusut kasus yang menimpa rekan Marsal Harahap," ujar Ketua Umum PKB itu.

Sebelumnya seorang pemimpin redaksi media online di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, ditemukan tewas di dalam mobilnya. Korban yang akrab disapa Marsal diduga ditembak di bagian pangkal paha oleh orang tak dikenal (OTK).

Marsal sudah tak bernyawa saat diketemukan warga pada Sabtu (19/6) dini hari. Mobilnya terparkir tak jauh dari rumah korban di Huta 7 Pasar 3 Nagori Karang Anyer, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

"Awalnya masyarakat yang menemukan mobil itu. Ternyata korban sudah ditemukan tewas di dalam mobil. Kejadiannya jam 12.00 dini hari tadi. TKP tak jauh dari rumah korban," kata Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Rahmat Ariwibowo kepada CNNIndonesia.com.

Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak memastikan pihaknya akan mengusut tuntas kasus tersebut dengan membentuk tim gabungan bersama Polres Simalungun.

"Saat ini tim masih bekerja di lapangan untuk mengusut kasus tersebut. Mohon dukungan dan doanya agar kasus ini tuntas," katanya kepada wartawan, di Medan, Sabtu (19/6).

(ryh/mts/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK