LaporCovid-19: Lonjakan Kasus karena Inkonsitensi Pemerintah

CNN Indonesia | Senin, 21/06/2021 06:05 WIB
Pemerintah diminta memberikan informasi yang seutuhnya terkait pandemi virus corona dan mengeluarkan kebijakan yang berpijak pada ilmu pengetahuan. LaporCovid-19 mengatakan lonjakan kasus positif Covid-19 terjadi karena inkonsistensi pemerintah. Ilustrasi (CNN Indonesia/ Damar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Inisiator koalisi masyarakat sipil LaporCovid-19 Ahmad Arif mengatakan lonjakan kasus positif virus corona (Covid-19) saat ini terjadi karena inkonsistensi pemerintah dalam menerapkan kebijakan.

Menurutnya, sejumlah kementerian seringkali memiliki narasi yang berbeda bahkan bertolak belakang dalam penanganan pandemi Covid-19.

"Situasi saat ini adalah cermin dari inkonsistensi kebijakan pandemi yang dilakukan pemerintah. Misal satu kementerian mempromosikan pembatasan dan protokol kesehatan, tapi kementerian lain mendorong mobilitas," kata Arif dalam Konferensi Pers 'Desakan Emergency Responses: Prioritas Keselamatan Rakyat di Tengah Pandemi' dalam YouTube, Minggu (20/6).


Pemerintah, kata Arif, juga gagal mendistribusikan jaring pengaman sosial seperti bantuan sosial (bansos) pada masyarakat. Alhasil, masyarakat tetap bekerja di luar rumah karena tak memiliki pemasukan meski risiko terkena Covid-19.

"Kegagalan bangsa dalam memberikan jaring pengaman sosial membuat sebagian orang tetap bekerja di luar rumah dengan penuh risiko," ujarnya.

Sementara itu, Relawan LaporCovid-19 Windyah Lestari mengatakan situasi pandemi yang mengkhawatirkan saat ini akibat dari komunikasi risiko pemerintah dengan masyarakat yang keliru.

Menurutnya, masyarakat dihadapkan dengan pandemi Covid-19 tanpa arah kebijakan yang jelas dari pemerintah. Masyarakat jadi tak punya sense of crisis hingga akihrnya mengabaikan protokol kesehatan.

"Kami berharap ada upaya pengendalian pandemi yang serius dari pemerintah, bukan hanya informasi semu. Jadi masyarakat punya sense of crisis. Kami juga berharap ada kebijakan berbasis sains bukan hanya berdasarkan kepentingan ekonomi," kata Windyah.

Sebagaimana diketahui, kasus Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan beberapa hari terakhir. Berdasarkan data Satgas Covid-19, lonjakan kasus mulai terjadi sejak 15 Juni 2021.

Saat itu, kasus Covid-19 bertambah sebanyak 8.161. Kemudian naik pada 16 Juni menjadi 9.944, lalu pada 17 Juni naik menjadi 12.624. Sehari setelahnya pada 18 Juni kembali meningkat di angka 12.990, dan bertambah 12.906 pada 19 Juni.

Total kasus positif Covid-19 menjadi 1.976.172 kasus hingga Sabtu (19/6). Dari jumlah tersebut, tercatat 1.786.143 orang sembuh dan 54.291 orang meninggal dunia. Sementara 135.738 orang dirawat dan isolasi mandiri.

Kasus positif Covid-19 yang terus naik, membuat kapasitas rumah sakit di sejumlah daerah menipis. Berdasarkan data Persi, BOR di Jakarta telah mencapai 84 persen.

Kemudian Jawa Barat 81 persen, Banten 79 persen, Jawa Tengah 79 persen, dan Yogyakarta 74 persen.

(mln/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK