Protes Penyekatan di Suramadu, Warga Madura Demo Eri Cahyadi

CNN Indonesia | Senin, 21/06/2021 13:36 WIB
Ratusan warga Bangkalan, Madura, mendatangi Balai Kota Surabaya. Mereka memprotes kebijakan Eri Cahyadi yang menerapkan penyekatan dan swab test di Suramadu. Koalisi Masyarakat Madura Bersatu demo di Balai Kota Surabaya, Senin (21/6/2021). (CNN Indonesia/Farid)
Surabaya, CNN Indonesia --

Sebanyak ratusan warga Bangkalan, Madura, Jawa Timur, yang mengatasnamakan Koalisi Masyarakat Madura Bersatu mendatangi Balai Kota Surabaya. Mereka memprotes kebijakan Wali Kota Eri Cahyadi yang menerapkan penyekatan dan swab test antigen di Jembatan Suramadu.

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, sebagian massa aksi berdesakan dan tak memakai masker, namun sebagian lainnya tetap menerapkan protokol kesehatan dengan tetap menjaga jarak satu sama lain.

Tampak massa membentangkan poster protes bertuliskan 'Hentikan penyekatan yang diskriminatif'. Ada pula poster berbunyi 'Wali Kota Surabaya harus minta maaf kepada warga Madura', 'Di Madura gak ada corona, yang ada markona'.


"Kebijakan Eri Cahyadi mendiskreditkan orang Madura," kata salah satu orator melalui pengeras suara, Senin (21/6).

Massa mendesak agar Eri Cahyadi keluar dari kantornya untuk menemui mereka. Sementara warga Madura menolak ditemui oleh tokoh lain.

"Tidak ada negosiasi, kami minta Pak Eri menemui kami. Enggak usah ada swab antigen di Suramadu, itu tuntutan kami," katanya.

Salah satu Jubir Koalisi Masyarakat Madura Bersatu, Ahmad Annur menilai bahwa kebijakan Pemkot Surabaya yang menerapkan Penyekatan Suramadu adalah keputusan tebang pilih.

"Apa iya Covid-19 hanya menjangkit orang yang bepergian dan melintas Suramadu?" ucap dia.

Mereka menilai, kebijakan penyekatan ini merupakan keputusan prematur. Menurut mereka, seharusnya Eri melakukan koordinasi dulu dengan pimpinan daerah lainnya.

Ahmad mengatakan untuk memutus mata rantai Covid-19 ini harus diatur melalui kebijakan kolaboratif. Hal itu sebagaimana UU No 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah dan keputusan presiden Nomor 9 Tahun 2020.

Hingga kini massa Koalisi Masyarakat Madura bersatu masih memadati Jalan Wali Kota Mustajab. Mereka masih menunggu Eri menemuinya. Sementara itu, puluhan aparat kepolisian juga berjaga.

(frd/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK