Penyekatan Suramadu Berakhir, Digeser ke 8 Desa di Bangkalan

CNN Indonesia | Rabu, 23/06/2021 13:17 WIB
Polda Jawa Timur menyudahi penyekatan di jembatan Suramadu sisi Surabaya dan Madura. Penyekatan bergeser ke 8 desa zona merah di Bangkalan. Suasana penyekatan di jembatan Suramadu, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Surabaya, CNN Indonesia --

Pos penyekatan dan swab test antigen di akses Jembatan Suramadu sisi Surabaya maupun sisi Madura resmi ditiadakan. Penyekatan beralih ke 8 desa zona merah di Bangkalan.

Hal itu diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko. Ia mengatakan peniadaan pos penyekatan di Jembatan Suramadu telah melalui beragam pertimbangan.

Forkopimda Jatim telah melakukan analisa dan evaluasi (anev). Pertimbangannya, penyekatan sudah digelar 14 hari, dan ditemukan penurunan kasus dari warga yang di-swab test antigen di penyekatan Suramadu.


"Kami analisa terus, sudah ada penurunan masyarakat yang positif Covid-19. Makanya, kita bergesernya ke 8 desa, di 5 kecamatan," kata Gatot, Rabu (23/6).

Gatot mengatakan penyekatan digeser ke zona merah di 8 desa di Bangkalan. 8 Desa tersebut masuk dalam 5 kecamatan PPKM mikro di Provinsi Jatim.

Adapun 8 desa lokasi PPKM Mikro tersebut, yakni, Kelurahan Kraton, Kelurahan Pejagan dan Kelurahan Bancaran. Ketiganya berada di Kecamatan Bangkalan.

Lalu, Desa Arosbaya dan Desa Tengket di Kecamatan Arosbaya. Desa Moarah di Kecamatan Klampis). Desa Kombangan di Kecamatan Geger dan Kelurahan Tunjung di Kecamatan Burneh.

Nantinya, warga yang akan keluar masuk dari 8 desa itu harus mengantongi Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Hal itu berlaku bagi warga yang bekerja ke luar daerah, termasuk ke Surabaya.

"Itu [SIKM] yang kita gunakan, di-full-kan ke hulunya. Nanti, pemeriksaan SIKM dilakukan di sana," katanya.

Selain di Bangkalan, ada pula pos penyekatan lain, seperti di Sampang. "Di Suramadu, enggak ada pemeriksaan SIKM. Geser ke penyekatan yang ada di 8 desa, 5 kecamatan zona merah, penyekatan Sampang, Bangkalan, dan daerah lain," ujarnya.

Kendati demikian, bukan berarti tak ada penjagaan dari petugas gabungan. Gatot menyatakan, sejumlah petugas gabungan akan bekerja sama dalam penanganan Covid-19 di Bangkalan.

"Ada pasukan Brimob yang membantu penyekatan, lalu petugas lainnya ada yang membagi sembako dan bantuan. Petugas gabungan dari TNI dan pemerintah, ada juga petugas dari Polda, Kodam V/Brawijaya. Selain itu, ada petugas yang ikut mengawasi proses vaksinasi," katanya.

Gatot berharap, penyebaran Covid-19 di 8 desa zona merah di 5 kecamatan Bangkalan segera rampung. Dengan begitu, status zona merah bisa menjadi oranye, kuning, bahkan hijau. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan prokes Covid-19 secara ketat.

(frd/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK