41 Warga Sleman Meninggal Saat Isolasi Mandiri Sepanjang Juni

CNN Indonesia | Rabu, 30/06/2021 16:13 WIB
Mayoritas warga yang meninggal itu tidak mendapat perawatan rumah sakit karena penuh, sementara kondisinya memiliki penyakit penyerta dan usia lanjut. Ilustrasi pemakaman pasien positif virus corona yang meninggal dunia (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 41 warga Sleman, DI Yogyakarta meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Jumlah tersebut merupakan total di bulan Juni.

"Selama bulan Juni ini 39, itu baru sampai kemarin tanggal 29. Ini tadi sudah tambah 2, jadi 41," kata Koordinator Posko Dekontaminasi Covid-19 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Vincentius Lilik Resmiyanto dalam sesi jumpa pers secara daring, Rabu (30/6).

"Kebanyakan itu (pasien) positif dan kontak erat," sambungnya.


Mereka yang meninggal saat masa isolasi mandiri ini, kata Lilik, mayoritas berusia lanjut atau lansia. Rata-rata memiliki riwayat komorbid atau penyakit penyerta.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga pasien meninggal, mayoritas tak memiliki alat bantu penunjang pernapasan di rumah. Rata-rata mengalami kritis karena kekurangan asupan oksigen.

"Kebanyakan saturasi 80. Kalau enggak dibantu oksigen kira-kira 1-2 jam meninggal," sebutnya.

Sebenarnya, BPBD Sleman beberapa kali sempat dimintai tolong membawa para pasien tersebut ke fasilitas pelayanan kesehatan, walaupun sebagian tak tertolong.

"Kita cari-cari rumah sakit itu penuh," sebutnya.

Mengenai pemakaman, sejak 15 Juni, ada peningkatan pada grafik angka pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19 di Sleman. Dia meyakini keterisian tempat tidur di berbagai rumah sakit yang mulai penuh turut ambil bagian pada persoalan ini.

Sepanjang Juni hingga tanggal 29 sudah ada 225 kali kegiatan pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19. Padahal, Mei lalu hanya 86 sementara sebulan sebelumnya cuma 83.

"Jadi ada peningkatan 100 persen lebih untuk pemakaman," tegasnya.

"Juni ini pertengahan melonjak untuk pemakaman karena banyak rumah sakit penuh, karena isolasi mandiri yang sudah agak tua punya penyakit penyerta," kata Lilik.

(kum/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK