Kritik 'Failed Nation' Ibas Dinilai Wajar dan Rasional

CNN Indonesia | Sabtu, 10/07/2021 02:06 WIB
Kritik yang disampaikan Politikus Demokrat Ibas dinilai sesuai fakta bahwa pemerintah tengah kewalahan dalam menangani pandemi Covid-19. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). (CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, menyatakan pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) yang mengingatkan pemerintah agar Indonesia tak menjadi failed nation atau negara gagal merupakan hal yang wajar dan sangat rasional.

Menurut Ujang, pernyataan itu sesuai fakta bahwa pemerintah tengah kewalahan dalam menangani pandemi Covid-19.

"Apa yang dilakukan Ibas itu adalah hal yang wajar dan sangat rasional. Ibas mengingatkan Indonesia berpotensi menjadi negara gagal apabila penanganan Covid-19 tidak dioptimalkan," kata Ujang kepada CNNIndonesia.com, Jumat (9/7).


Ia menyatakan respons dari sejumlah tokoh dari partai-partai koalisi pendukung pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin berlebihan.

Menurutnya, pernyataan Ibas berpotensi membuat elektabilitas partai koalisi pendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf turun dan Demokrat justru mengalami peningkatan suara.

"Persoalan yang dihadapi pemerintah tidak sederhana. Pemerintah sedang mengalami kerepotan-kerepotan dalam mengurus pandemi. Nah, saat ada kritikan dari partai oposisi seperti Demokrat, maka itu akan diserang balik. Kenapa? Kritikan dari oposisi akan membawa dampak negatif bagi partai koalisi," katanya.

Ujang melanjutkan, Ibas dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak semata-mata menyampaikan kritik, melainkan memberikan solusi.

"Kritik yang disampaikan Ibas sangat sederhana dan sangat wajar. Namun, tidak diterima oleh partai koalisi karena ya itu tadi, akan memiliki dampak elektoral. Partai oposisi dan koalisi itu bagai bejana berbeda. Kalau yang satu akan naik elektabilitasnya, maka yang lain akan turun," kata Ujang.

Sebelumnya, sejumlah tokoh partai politik dari koalisi pemerintah menyoroti pernyataan Ibas yang mengingatkan pemerintah agar Indonesia jangan sampai menjadi failed nation.

Salah satunya datang dari rekan Ibas di Komisi VI DPR yang merupakan politikus Partai Gerindra, Andre Rosiade. Ia menyarankan Ibas untuk hadir dalam rapat di Komisi VI DPR dibandingkan berteriak di luar.

"Jadi, daripada berteriak di luar, lebih baik Mas Ibas hadir dalam rapat. Kan sayang sekali, Mas Ibas dipilih oleh ratusan ribu orang tapi Mas Ibas tidak hadir dalam rapat. Sekali lagi, hadir bisa secara fisik maupun virtual," ucap Andre.

Rekan Ibas di Komisi VI DPR yang juga Ketua DPP PPP, Achmad Baidowi, juga menyentil Ibas. Ia menyayangkan pernyataan pesimisme yang disampaikan Ibas dan AHY.

"Kalau mereka menebarkan pesimisme, ya setidaknya orang-orang di sekitarnya bisa ikut-ikutan pesimistis. Dalam situasi seperti ini semuanya harus bersama membangun optimisme untuk sama-sama menangani Covid-19," kata Awiek itu kepada CNNIndonesia.com, Kamis (8/7).

Sementara itu, Wasekjen Partai Demokrat Irwan meminta pernyataan Ibas tak direspons negatif. Menurutnya, pernyataan itu seharusnya menjadi pemicu untuk memunculkan kreativitas, koordinasi yang efektif, serta solusi atas kemacetan langkah dan tindakan di dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia selama ini.

"Diharapkan pemerintah dan koalisi tidak terlalu berpikir negatif terhadap masukan dan langsung memberikan judgement terkait statement tersebut," kata Irwan kepada CNNIndonesia.com, Kamis (8/7).

(mts/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK