Gerindra Usul Pemerintah Beri Penghargaan Nakes-Relawan Covid

CNN Indonesia | Selasa, 13/07/2021 00:30 WIB
Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, meminta pemerintah memberi penghargaan kepada nakes, aparat, hingga relawan yang di garda depan dalam penanganan Covid-19. Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, meminta pemerintah memberi penghargaan kepada nakes, aparat, hingga relawan yang di garda depan dalam penanganan Covid-19. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, meminta pemerintah memberikan penghargaan kepada para tenaga kesehatan (nakes), aparat keamanan, hingga relawan yang berada di garda terdepan dalam penanganan pandemi Covid-19.

"Kerja-kerja mereka tidak bisa diukur hanya dengan materi, melainkan harus diberikan penghargaan yang tinggi karena telah bekerja atas dasar nilai-nilai kemanusiaan," kata Muzani dalam keterangannya, Senin (12/7).

Muzani mengatakan bahwa penghargaan perlu diberikan karena aparat kepolisian, TNI, bersama Satuan Polisi Pamong Praja tak henti-henti bekerja setiap hari dalam upaya penertiban dan pembatasan mobilitas masyarakat.


Ia berkata, penghargaan kepada para nakes merupakan bentuk apresiasi atas nilai-nilai kemanusiaan dan menjunjung tinggi keselamatan masyarakat.

Menurutnya, penghargaan juga patut diberikan kepada relawan-relawan seperti sopir ambulans, petugas pemulasaraan, hingga petugas gali kubur yang bekerja tak kenal lelah dan waktu.

"Hampir setiap hari dari pagi sampai malam kita mendengar ambulans yang membawa jenazah maupun pasien Covid-19. Setiap hari para petugas pemulasaraan dan petugas gali kubur tak henti-hentinya membumikan jenazah Covid-19," kata Wakil Ketua MPR itu.

Muzani mengatakan, Fraksi Gerindra di DPR akan memperjuangkan usulan pemberian penghargaan kepada tenaga kesehatan, aparat keamanan, dan para relawan garda terdepan Covid-19 tersebut.

Pasalnya, tidak sedikit pula dari mereka yang gugur akibat terpapar virus sehingga kerja-kerja kemanusiaan mereka patut mendapat apresiasi.

Koalisi Warga Lapor Covid-19 mencatat sebanyak 89 nakes meninggal akibat Covid-19 dalam kurun waktu sembilan hari pada periode 1-9 Juli 2021.

Secara keseluruhan, per 9 Juli pukul 14.00 WIB, sebanyak 1.183 nakes dinyatakan meninggal dunia.

"Pada sembilan hari pertama bulan Juli 2021 (14.00 WIB), Lapor Covid-19 mencatat setidaknya 86 tenaga kesehatan yang berpulang akibat Covid-19," demikian bunyi siaran pers Lapor Covid-19, Jumat (9/7).

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, perwakilan Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia, Adib Khumaidi,menyampaikan bahwa dokter yang meninggal akibat Covid-19 sebanyak 35. Jika diakumulasikan, maka terdapat 458 dokter yang meninggal akibat Covid-19.

Ia menyebut bahwa angka kematian dokter di Bulan Juli meningkat 7 kali lipat dibandingkan Mei lalu.

Kematian pada bidan juga terbilang tinggi. Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Emi Nurjasmi, mengatakan bahwa total bidan meninggal 208 orang. Ia mencatat per 8 Juli 2021, sebanyak 39 dinyatakan meninggal dunia.

(mts/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK