Mengulas Perbedaan Kerajaan Mataram Kuno dan Mataram Islam

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 15/07/2021 13:00 WIB
Meski menyandang nama yang serupa, namun Kerajaan Mataram Kuno dan Mataram Islam berbeda dari periode berdiri hingga sistem kepercayaan yang dianut. Meski menyandang nama yang serupa, namun Kerajaan Mataram Kuno dan Mataram Islam berbeda dari periode berdiri dan segi sistem kepercayaan yang dianut. (Foto: Istockphoto/KristinaJovanovic)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kerajaan Mataram yang pernah ada di Nusantara dikenal ada dua, yakni Mataram Kuno dan Mataram Islam. Meski menyandang nama yang serupa, namun kedua kerajaan ini berbeda dari periode berdiri dan segi sistem kepercayaan yang dianut.

Kerajaan Mataram Kuno merupakan kerajaan bercorak Hindu-Buddha yang berdiri pada abad ke-8 dengan pusat pemerintahan di Jawa Tengah.

Sementara Mataram Islam merupakan kerajaan bercorak Islam yang eksis pada abad ke-16. Karena bercorak Islam, maka Mataram Islam disebut sebagai kesultanan. Kesultanan Mataram Islam pernah mempersatukan Jawa dan Madura.


Berikut sejarah singkat Kerajaan Mataram Kuno dan Mataram Islam serta mengulas perbedaan keduanya.


Kerajaan Mataram Kuno

Kemenparekraf (iklan)Prambanan dan Borobudur dibangun di masa Kerajaan Mataram Kuno pada abad 8 dan 9. (Foto: Kemenparekraf)
  • Sejarah Singkat

Kerajaan Mataram Kuno berdiri pada abad ke-8 dan diyakini pusat pemerintahan kala itu berada di Bhumi Mataram atau yang disebut Yogyakarta saat ini.

Kerajaan Mataram Kuno didirikan oleh Sanjaya yang bergelar Rakai Mataram.

Kerajaan Mataram Kuno pernah dikuasai oleh tiga dinasti. Ketiga dinasti tersebut adalah Dinasti Sanjaya, Dinasti Syailendra, dan Dinasti Isyana.

Dinasti Sanjaya merupakan dinasti dengan mayoritas pemeluk Hindu aliran Siwa, sedangkan Dinasti Syailendra mayoritas pemeluk Buddha.

Dinasti Isyana merupakan aliran kepercayaan yang diciptakan oleh Mpu Sindok. Karena perbedaan dinasti tersebut, pusat pemerintahan Mataram Kuno sempat berpindah. Pada era Sanjaya dan Syailendra pusat pemerintahan berada di Jawa Tengah.

Sementara pada Dinasti Isyana pusat pemerintahan pindah ke Jawa Timur. Terdapat teori tentang perpindahan ibu kota dan pusat pemerintahan Mataram Kuno.

Di antaranya perebutan kekuasaan antaranggota kerajaan hingga ancaman bencana alam dari Gunung Merapi. Ditambah lagi tidak adanya pelabuhan yang menyulitkan Kerajaan Mataram Kuno bekerja sama dengan kerajaan lain.

Perpindahan ibu kota terjadi setelah Mpu Sindok naik takhta usai wafatnya Raja Dyah Wawa tahun 924 M. Sayangnya kejayaan Mataram Kuno era Dinasti Isyana tidak berlangsung lama dan sedikit meninggalkan warisan sejarah.

  • Masa Kejayaan dan Peninggalan Mataram Kuno

Kerajaan Mataram Kuno mengalami masa jaya pada era Dinasti Sanjaya dan Syailendra. Pada kedua era tersebut bidang budaya, kesenian, tatanan sosial, serta ilmu pengetahuan berkembang pesat.

Pada era Dinasti Syailendra bahkan konon katanya memiliki kekuatan tempur kerajaan sangat kuat sampai-sampai wilayah kekuasaannya mencapai Semenanjung Malaka. Disebut juga berhasil mengalahkan kerajaan di Chenla (Kamboja saat ini)

Selain kuat secara militer, dinasti Syailendra juga unggul dalam ilmu pengetahuan sehingga banyak meninggalkan warisan sejarah penting. Dua dari sekian banyak candi dan prasasti yang paling tersohor adalah pembangunan Candi Borobudur dan Prambanan.

Pada dinasti Syailendra juga menjunjung toleransi beragama yang sangat baik. Hal tersebut terlihat dari perkawinan antara pemeluk agama Hindu dan Budha.

Dinasti Sanjaya dan Syailendra mengawinkan Rakai Pikatan dengan Pramodawardhani. Pada masa keduanyalah Prambanan dan Borobudur dibangun.

Sejarah Kesultanan Mataram Islam

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK