Gelombang 6 Meter Hantam Laut Sukabumi, Warga Diminta Waspada

CNN Indonesia
Kamis, 15 Jul 2021 01:29 WIB
Kepolisian meminta warga waspada setelah BMKG melaporkan gelombang setinggi enam meter menerjang laut selatan Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu (14/7). Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian meminta warga waspada setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gelombang setinggi enam meter menerjang laut selatan Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu (14/7).

"Data dari BMKG, ketinggian gelombang mencapai enam meter, kami imbau warga khususnya yang tinggal di pesisir untuk selalu waspada. Apalagi air laut sudah menggenangi sebagian daratan yang dikhawatirkan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan," kata Kasatpolair Polres Sukabumi, Tri Andri Affandi.

Berdasarkan pantauan kantor berita Antara, gelombang tinggi tersebut menerjang hampir seluruh titik lokasi yang kerap dijadikan tempat wisatawan, mulai dari Pantai Karanghawu hingga Pantai Palabuhanratu.


Akibat gelombang tinggi tersebut, sejumlah warung semi-permanen yang berada di pesisir hingga area parkir tergenang air laut.

Hingga kini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukabumi masih mendata laporan kerusakan. Namun, mereka belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan, baik warung maupun rumah, di kawasan tersebut.

Sementara pendataan masih berjalan, Tri mengimbau warga untuk tidak mendiami warung atau rumah di sekitar pesisir dulu untuk mengantisipasi jika cuaca memburuk.

Menurut Tri, BMKG memang memperkirakan bahwa gelombang tinggi serupa akan menerjang pesisir Sukabumi lagi dalam beberapa hari ke depan.

[Gambas:Video CNN]

Tri mengatakan bahwa gelombang tinggi seperti ini merupakan fenomena alam yang biasa terjadi setiap tahunnya. Namun, pihaknya tetap mengimbau masyarakat dan nelayan untuk selalu waspada.

"Kondisi gelombang yang kurang bersahabat seperti sekarang ini, kami pun mengimbau kepada nelayan untuk tidak melaut dahulu, apalagi kondisi cuaca bisa berubah sewaktu-waktu," tuturnya.

(Antara/has)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER