Rangkuman Covid Hari Ini: Gaduh Ivermectin hingga Izin Pfizer
CNN Indonesia
Kamis, 15 Jul 2021 18:06 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ivermectin, yang tergolong obat keras dan harus ikuti resep dokter, dipromosikan sejumlah pejabat sebagai obat Covid-19. (Foto: AFP/Luis Robayo)
Jakarta, CNN Indonesia --
Perkembangan Covid-19 di Indonesia terus mencatatkan rekor baru, baik dalam hal jumlah positif harian, kematian, hingga kasus sembuh. Sejumlah kegaduhan turut mewarnai rekor-rekor tersebut.
Pemerintah mengaku telah menyiapkan skenario terburuk jika kasus harian Covid-19 tembus 100 ribu dalam satu hari. Salah satunya, penerapan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa dan Bali yang kemudian diperluas di sejumlah wilayah di luar Jawa dan Bali.
CNNIndonesia.com mencoba merangkum kejadian selama 24 jam terakhir yang berkaitan dengan Covid-19 di Indonesia. Berikut rangkumannya:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gaduh Ivermectin
Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) resmi memberi izin penggunaan darurat (EUA) delapan obat, termasuk Ivermectin, untuk terapi Covid-19, Rabu (15/7).
Meski begitu, Kepala BPOM Penny Lukito, yang sempat menggeledah gudang Ivermectin, menyebut penggunaan Ivermectin ini tetap harus melalui pengawasan dokter.
Jauh sebelum obat ini mendapat EUA dari BPOM, Menteri BUMN Erick Thohir dan Kepala Staf Presiden Moeldoko sudah lebih dulu mempromosikannya.
Sementara, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum merekomendasikan penggunaan Ivermectin sebagai obat terapi pasien Covid-19, dan menyarankan itu hanya digunakan dalam uji klinis. Pasalnya, belum ada penelitian yang membuktikan efektivitasnya untuk Covid-19.
Penggunaannya secara sembarangan tanpa pengawasan dokter bisa berakibat fatal.
Senada, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat menyebut Ivermectin adalah obat spesifik untuk mengobati infeksi cacing parasit jenis tertentu.
Pecah rekor kasus positif Covid-19 harian pada Rabu (14/7) kemarin hingga mencapai angka 54.517 orang membuat Indonesia mendapat julukan episentrum baru Covid-19 di Asia.
Associated Press dalam artikelnya "Indonesia reports 54,000 virus cases, becomes Asian hotspot" melaporkan infeksi harian Indonesia melampaui India, yang kini penularannya mulai reda.
Kasus harian Covid-19 di Indonesia sendiri per hari ini Kamis (15/7) kembali memecahkan rekor, yakni 56.757 orang.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku tak bisa memberikan bantuan sosial (bansos) PPKM Darurat. Pasanya, Jabar telah kehilangan Rp5 triliun akibat pandemi.
Terkait bansos, pihaknya pun bergantung pada Pemerintah Pusat yang hanya bisa menyalurkan bantuan kepada sekitar 4,5 juta kepala keluarga. Padahal, pada 2020 sekitar 50 juta warga Jabar mendapatkan bansos Corona.
Sebanyak 300 ribu paket obat dan vitamin akan dibagikan pemerintah kepada warga yang tengah menjalani isolasi mandiri akibat terpapar Covid-19 dengan gejala ringan atau orang tanpa gejala (OTG), di Pulau Jawa dan Bali.
Presiden Jokowi pun menunjuk Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjant untuk mengawal distribusi obat-obatan itu sambil berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah.
Varian Delta Turunkan Kemanjuran Vaksin
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan virus corona (Covid-19) varian delta menurunkan efikasi seluruh jenis vaksin.
"Kami lihat varian delta ini mampu menurunkan efikasi daripada seluruh jenis vaksin," kata Luhut dalam siaran pers daring.
Sebelumnya, studi Kementerian Kesehatan Israel mengungkap efektivitas vaksin Pfizer mencapai 64 persen dalam mencegah infeksi varian Delta. Padahal, penelitian awal menunjukkan efikasi Pfizer mencapai 94 persen.
Krematorium Semarang Kewalahan
Krematorium Yayasan Pancaka, Kota Semarang, Jawa Tengah disebut kewalahan membakar jenazah yang didominasi penderita Covid-19.
Fasilitas tersebut setiap hari rata-rata mengkremasi empat jenazah, dengan dua atau tiga di antaranya merupakan kasus kematian akibat Covid-19.
Sebelumnya, pemulasaraan jenazah di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, juga sempat mengantre hingga 24 jam. Namun, antrean itu sudah terurai usai ada penambahan SDM.
Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) resmi mengumumkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin virus corona asal perusahaan farmasi Amerika Serikat, Pfizer.
WHO sebelumnya menyatakan vaksin Pfizer memiliki efikasi alias tingkat kemanjuran 95,5 persen untuk yang berusia 16 tahun ke atas, dan 100 persen bagi usia 12-15 tahun, dan menjadikannya salah satu vaksin Corona dengan efikasi tertinggi.
Infografis Cara Melakukan Proning, Atasi Sesak Napas Pasien Covid-19. (Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian)
Rekor Kasus Corona
Pada Kamis (15/7), positif Covid-19 harian bertambah 56.757 kasus. Angka ini merupakan rekor tertinggi kasus harian melewati rekor sehari sebelumnya.
Sementara, Jumlah total warga terpapar Corona pun totalnya mencapai 2.726.803 orang. Dari total kasus itu, kasus sembuh harian mencapai 2.176.412 orang, dan kasus kematian mencapai 70.192 orang.
Jakarta, CNN Indonesia --
Perkembangan Covid-19 di Indonesia terus mencatatkan rekor baru, baik dalam hal jumlah positif harian, kematian, hingga kasus sembuh. Sejumlah kegaduhan turut mewarnai rekor-rekor tersebut.
Pemerintah mengaku telah menyiapkan skenario terburuk jika kasus harian Covid-19 tembus 100 ribu dalam satu hari. Salah satunya, penerapan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa dan Bali yang kemudian diperluas di sejumlah wilayah di luar Jawa dan Bali.
CNNIndonesia.com mencoba merangkum kejadian selama 24 jam terakhir yang berkaitan dengan Covid-19 di Indonesia. Berikut rangkumannya:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gaduh Ivermectin
Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) resmi memberi izin penggunaan darurat (EUA) delapan obat, termasuk Ivermectin, untuk terapi Covid-19, Rabu (15/7).
Meski begitu, Kepala BPOM Penny Lukito, yang sempat menggeledah gudang Ivermectin, menyebut penggunaan Ivermectin ini tetap harus melalui pengawasan dokter.
Jauh sebelum obat ini mendapat EUA dari BPOM, Menteri BUMN Erick Thohir dan Kepala Staf Presiden Moeldoko sudah lebih dulu mempromosikannya.
Sementara, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum merekomendasikan penggunaan Ivermectin sebagai obat terapi pasien Covid-19, dan menyarankan itu hanya digunakan dalam uji klinis. Pasalnya, belum ada penelitian yang membuktikan efektivitasnya untuk Covid-19.
Penggunaannya secara sembarangan tanpa pengawasan dokter bisa berakibat fatal.
Senada, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat menyebut Ivermectin adalah obat spesifik untuk mengobati infeksi cacing parasit jenis tertentu.
Pecah rekor kasus positif Covid-19 harian pada Rabu (14/7) kemarin hingga mencapai angka 54.517 orang membuat Indonesia mendapat julukan episentrum baru Covid-19 di Asia.
Associated Press dalam artikelnya "Indonesia reports 54,000 virus cases, becomes Asian hotspot" melaporkan infeksi harian Indonesia melampaui India, yang kini penularannya mulai reda.
Kasus harian Covid-19 di Indonesia sendiri per hari ini Kamis (15/7) kembali memecahkan rekor, yakni 56.757 orang.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku tak bisa memberikan bantuan sosial (bansos) PPKM Darurat. Pasanya, Jabar telah kehilangan Rp5 triliun akibat pandemi.
Terkait bansos, pihaknya pun bergantung pada Pemerintah Pusat yang hanya bisa menyalurkan bantuan kepada sekitar 4,5 juta kepala keluarga. Padahal, pada 2020 sekitar 50 juta warga Jabar mendapatkan bansos Corona.
Paket Obat Gratis Jokowi Dikawal Panglima TNI
Panglima TNI Hadi Tjahjanto akan mengawal distribusi obat gratis bagi pasien isoman. (Foto: ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Sebanyak 300 ribu paket obat dan vitamin akan dibagikan pemerintah kepada warga yang tengah menjalani isolasi mandiri akibat terpapar Covid-19 dengan gejala ringan atau orang tanpa gejala (OTG), di Pulau Jawa dan Bali.
Presiden Jokowi pun menunjuk Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjant untuk mengawal distribusi obat-obatan itu sambil berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah.
Varian Delta Turunkan Kemanjuran Vaksin
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan virus corona (Covid-19) varian delta menurunkan efikasi seluruh jenis vaksin.
"Kami lihat varian delta ini mampu menurunkan efikasi daripada seluruh jenis vaksin," kata Luhut dalam siaran pers daring.
Sebelumnya, studi Kementerian Kesehatan Israel mengungkap efektivitas vaksin Pfizer mencapai 64 persen dalam mencegah infeksi varian Delta. Padahal, penelitian awal menunjukkan efikasi Pfizer mencapai 94 persen.
Krematorium Semarang Kewalahan
Krematorium Yayasan Pancaka, Kota Semarang, Jawa Tengah disebut kewalahan membakar jenazah yang didominasi penderita Covid-19.
Fasilitas tersebut setiap hari rata-rata mengkremasi empat jenazah, dengan dua atau tiga di antaranya merupakan kasus kematian akibat Covid-19.
Sebelumnya, pemulasaraan jenazah di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, juga sempat mengantre hingga 24 jam. Namun, antrean itu sudah terurai usai ada penambahan SDM.
Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) resmi mengumumkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin virus corona asal perusahaan farmasi Amerika Serikat, Pfizer.
WHO sebelumnya menyatakan vaksin Pfizer memiliki efikasi alias tingkat kemanjuran 95,5 persen untuk yang berusia 16 tahun ke atas, dan 100 persen bagi usia 12-15 tahun, dan menjadikannya salah satu vaksin Corona dengan efikasi tertinggi.
Infografis Cara Melakukan Proning, Atasi Sesak Napas Pasien Covid-19. (Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian)
Rekor Kasus Corona
Pada Kamis (15/7), positif Covid-19 harian bertambah 56.757 kasus. Angka ini merupakan rekor tertinggi kasus harian melewati rekor sehari sebelumnya.
Sementara, Jumlah total warga terpapar Corona pun totalnya mencapai 2.726.803 orang. Dari total kasus itu, kasus sembuh harian mencapai 2.176.412 orang, dan kasus kematian mencapai 70.192 orang.