Bupati Sragen Respons Kades Pemasang Baliho 'Enak Zaman PKI'

CNN Indonesia | Kamis, 15/07/2021 21:17 WIB
Bupati Sragen menduga kadesnya, yang memasang baliho 'masih enak zaman PKI' mengalami gangguan jiwa. Kades itu terancam sanksi berat. Ilustrasi. Warga yang mencari nafkah di tengah PPKM darurat. (Foto: (CNN Indonesia/ Adi Maulana)
Solo, CNN Indonesia --

Samto, kepala desa (Kades) Jenar, Sragen, Jawa Tengah, viral setelah memasang baliho bertuliskan 'Kepenak Jaman PKI' (Masih enak zaman PKI) di pinggir jalan. Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menduga Samto mengalami gangguan kejiwaan.

Baliho itu dipasang sebagai ekspresi protes terhadap kondisi di masa PKKM Darurat. Yuni menduga Samto tengah mengalami gangguan kesehatan karena serangan stroke beberapa waktu lalu. Hal itu diduga berdampak kepada kesehatan jiwanya.

"Ini asumsi saya. Saya sudah minta inspektorat untuk menyelidiki lebih lanjut. Kalau perlu pemeriksaan dokter akan kita lakukan," katanya, Kamis (15/7).


Meski demikian, Yuni memastikan Samto akan mendapat sanksi atas pemasangan baliho tersebut. Apalagi, Samto mengaku memasang baliho dengan kesadaran penuh.

"Kalau terbukti mengalami gangguan jiwa ya tentu tidak bisa menjadi pamong desa. Tapi kalau kejiwaannya sehat ya justru lebih parah," katanya.

Sanksi akan ditentukan setelah Inspektorat Sragen menerbitkan rekomendasi berdasarkan hasil pemeriksaan. Yuni juga sudah berkoordinasi dengan Polres Kabupaten Sragen terkait pemasangan baliho provokatif tersebut.

"Saya sudah menghubungi Kapolres, beliau menyarankan inspektorat mengeluarkan rekomendasi dulu. Setelah itu baru polisi menindaklanjuti," katanya.

Yuni memahami jika Samto keberatan dengan berbagai pembatasan yang diterapkan untuk mengurangi kasus Covid-19. Hanya saja protes tersebut disertai dengan makian dan kata-kata provokatif. Ia yakin sikap Samto tersebut tidak mewakili masyarakat.

"Ada PKI, ada makian. Kalau lebih lembut barangkali bisa mewakili (masyarakat). Saya kira beliau sebagai Kades salah dalam menilai keadaan," katanya.

Sebelumnya, Warga Desa Jenar Kecamatan Jenar digemparkan dengan baliho provokatif di depan Balai Desa.

Baliho tersebut bertuliskan: "KI JAMAN REVORMASI. ISIH PENAK JAMAN PKI. AYO PEJABAT MIKIR NASIBE RAKYAT. PEJABAT SENG SENENG NGUBER UBER RAKYAT KUI BANGSAT. PEGAWAI SENG GOLEKI WONG DUWE GAWE IKU KERE. PEGAWAI SING SIO KARO SENIMAN SENIWATI KUWI BAJINGAN" (Ini zaman reformasi, lebih enak zaman PKI. Ayo pejabat mikir nasib rakyat. Pejabat yang senang uber-uber rakyat itu bangsat. Pegawai yang memburu orang hajatan itu kere. Pegawai yang menelantarkan seniman itu bajingan).

Di samping tulisan terpampang foto Kades Jenar mengenakan masker di dahi.

Saat dikonfirmasi, Samto mengakui baliho tersebut ia pasang karena geram dengan PPKM Darurat. Ia menilai kebijakan tersebut memberatkan ekonomi rakyat.

"Apa sih ruginya negara kalau melayani rakyat yang baik. Contohnya seniman apa ndak butuh makan? Apa bukan orang itu," katanya, Rabu (14/7).

Ia menegaskan protesnya ditujukan sebagai bentuk pembelaan terhadap rakyat kecil yang terdampak PPKM Darurat. Ia yakin aksinya mendapat dukungan dari masyarakat.

"Saya yakin seniman pasti pro. Rakyat desa pasti pro. Yang kebakaran jenggot cuma pejabat," katanya.

(syd/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK