UPDATE CORONA 22 JULI

Rangkuman Covid: Kasus Positif Naik Lagi hingga Minim Oksigen

CNN Indonesia | Kamis, 22/07/2021 18:19 WIB
Kasus positif Covid-19 harian naik lagi per Kamis (22/7), setelah turun tiga hari terakhir. Di sisi lain, sejumlah RS di daerah kehabisan stok oksigen medis. Kasus positif Covid-19 harian naik lagi hari ini, Kamis (22/7) setelah sempat turun dalam tiga hari terakhir. Di sisi lain, sejumlah rumah sakit di daerah kehabisan stok oksigen medis. Ilustrasi (AP/Kalandra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kasus positif Covid-19 kembali naik pada hari ini, Kamis (22/7). Berdasarkan laporan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 tercatat kasus harian Covid-19 bertambah 49.509.

Tambahan kasus harian Covid-19 sempat turun dalam tiga hari terakhir, dengan tambahan paling sedikit 33.772 kasus pada Rabu (21/7).

Angka kasus kematian pada hari ini kembali memecahkan rekor dengan tambahan 1.449 orang. Total kematian kasus Covid-19 mencapai 79.032 orang.


Sedangkan pasien sembuh hari ini mencapai 36.370 orang sehingga akumulasi 2.392.923 orang yang sembuh. Sementara itu, pasien Covid-19 yang dirawat dan isolasi mandiri mencapai 561.384 orang.

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menekan kasus positif Covid-19, termasuk menerapkan PPKM darurat yang diperpanjang dengan istilah level 4. Namun, kebijakan ini belum terlihat bisa menekan kasus positif maupun kematian akibat Covid-19.

CNNIndonesia.com merangkum kejadian selama 24 jam terakhir yang berkaitan dengan penanganan Covid-19 di Indonesia, sebagai berikut:

302 Pelanggaran PPKM Darurat

Organisasi relawan LaporCovid-19 menerima 302 laporan pelanggaran protokol kesehatan selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Laporan terbanyak berasal dari Provinsi Jawa Barat.

Relawan LaporCovid-19 Yemiko Happy menyebut data itu didapat dari laporan warga via aplikasi percakapan otomatis. Laporan dihimpun pada 3-19 Juli.

7 Pendemo PPKM di Bandung Positif Covid

Sebanyak tujuh orang yang sempat mengikuti demo tolak PPKM Darurat di Bandung, Jawa Barat, dinyatakan positif covid-19 berdasarkan hasil tes swab antigen.

Tes ini dilakukan usai pihak Polrestabes Bandung melakukan tes cepat usai menangkap 150 orang massa aksi yang menolak PPKM Darurat di depan Balai Kota Bandung, Rabu (21/7).

WHO Desak RI Pembatasan Ketat

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak Indonesia memperketat pembatasan pergerakan guna memerangi lonjakan infeksi Covid-19.

"Indonesia saat ini menghadapi tingkat penularan yang sangat tinggi dan ini menunjukkan betapa penting penerapan kesehatan masyarakat dan langkah-langkah pembatasan sosial yang ketat, terutama pembatasan pergerakan di seluruh negeri," bunyi laporan terbaru WHO seperti dikutip Reuters, Kamis (22/7).

Dalam laporan situasi Covid-19 terbaru itu, WHO menyatakan bahwa penerapan pembatasan sosial dan kesehatan masyarakat secara ketat sangat penting.

Minim Stok Oksigen Medis

Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengatakan tabung oksigen di sejumlah RS wilayah kepulauan mengalami krisis. Pihaknya sudah merencanakan untuk menambah pasokan tabung oksigen sebanyak 200 unit.

Dua RS di Padang, Sumatera Barat juga kehabisan stok oksigen. Stok oksigen medis RS Universitas Andalas hanya cukup sampai sore ini. Saat ini terdapat 84 orang pasien yang sedang menjalani perawatan

Sementara itu, stok oksigen medis RS Hermina Padang juga hanya cukup sampai malam nanti atau hingga pukul 20.00 WIB. Pihak RS Hermina bahkan harus merogoh kocek lebih dalam. Harga per tabung saat ini naik menjadi Rp95 ribu.

Sedangkan di Rumah Sakit Umum (RSU) Holistic, Purwakarta, Jawa Barat 3 pasien Covid-19 meninggal dunia akibat kekurangan suplai oksigen pada Senin (19/7).

Humas RSU Holistic Saepul Bahri mengatakan tiga pasien meninggal sempat diberikan pertolongan dan pemenuhan oksigen. Hanya saja, kapasitas oksigen saat itu terbatas.

Wapres Minta PCR Diperbanyak

Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta penggunaan tes antigen sebagai tes Covid-19 dikurangi. Ia mendorong perbanyak tes PCR yang memiliki tingkat akurasi lebih tinggi.

"Memang antigen ini jangan terlalu banyak, sebab tingkat positivity rate-nya itu menjadi sangat rendah," kata Ma'ruf dalam keterangan resmi yang diterbitkan Setwapres, Kamis (22/7).

(mts/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK