Ormas Polisikan Ibu Diduga Hamil Korban Petugas Pol PP Gowa

CNN Indonesia | Jumat, 23/07/2021 09:57 WIB
Pasutri yang menjadi korban kekerasan petugas Satpol PP di Gowa dilaporkan balik oleh ormas dengan tuduhan hoaks soal kehamilan. Kuasa hukum korban pemukulan oknum Satpol PP Gowa, Ari Dumais bersama kliennya, Amriana alias Riyana Kasturi saat ditemui di Makassar. (CNN Indonesia/ Muhammad Ilham)
Jakarta, CNN Indonesia --

Korban pemukulan oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Nur Halim dan istrinya, Amriana alias Riyana Kasturi dilaporkan ke pihak kepolisian terkait berita bohong atau hoaks soal kehamilan.

Namun, pelapor balik ke polisi itu bukanlah aparat yang melakukan kekerasan saat operasi penegakan PPKM, eks Sekretaris Satpol PP Mardani Hamdan, melainkan salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) di sana.

Dalam pelaporan ke Polres Gowa, Nur Halim dan Amriana alias Riyana Kasturi mengganggap kehamilan yang digembar-gemborkan dalam viral video kekerasan oleh Mardani adalah palsu.


"Kami laporkan kedua orang itu di Mapolres Gowa. Alat bukti yang kami bawa salah satunya rekaman video live Facebook si Ivan (Nur Halim) yang menyatakan istrinya itu tidak hamil," kata Ketua Brigade Muslim Indonesia, Muh Zulkifli, Kamis (22/7).

Zulkifli mengaku sempat merasa kecewa dan prihatin kepada pasangan suami istri yang mengalami tindakan arogan dari oknum Satpol PP saat operasi penertiban PPKM. Namun, setelah mendengar dugaan pengakuan kehamilan saat mengalami kekerasan oleh oknum Satpol PP itu bohong, pihaknya pun berinisiatif melaporkannya ke polisi.

"Saya tidak kenal dengan pak Satpol PP. Saya juga tak kenal dengan pemilik kafe (korban). Ini murni untuk keadilan hukum," klaim Zulkifli.

Sebelumnya, suami Amriana alias Riyana Kasturi menuturkan saat peristiwa pemukulan terjadi sang istri sedang hamil. Hal itu dikatakan Nur Halim saat memberikan keterangan resminya di Makassar, bahwa dirinya hanya ingin melindungi sang istrinya dari tindakan arogan tersangka, Mardani Hamdan.

"Kenapa saya katakan istri saya hamil, karena saya tidak mau istri saya diapa-apai oleh satpol tersebut. Saya ingin melindungi istri saya. Takutnya dia pukuli istri saya. Jadi secara spontan saya bilang hamil," kata Nur Halim, Senin (19/7).

Menurut Nur Halim selama menjalani kehidupan bersama istrinya, ia melihat sendiri kondisi Amriana alias Riyana Kasturi mengalami perubahan, terutama di bagian perutnya.

Nur Halim pun membantah jika ada pihak yang mengatakan istrinya tidak sedang hamil. Bahkan, sebelum kejadian itu kata dia istrinya sudah hamil dua bulan setelah pernikahan mereka.

"Jadi yang katakan tidak hamil, tolong. Bukan kalian yang rasakan tapi saya," ungkapnya.

Dalam perkara dugaan kekerasan yang terekam kamera video pengawas (CCTV) lalu viral itu,Mardani telah ditetapkan tersangka oleh polisi. Dia pun telah dipecat dari jabatannya sebagai Sekretaris Satpol PP Gowa oleh Bupati Adnan Purichta Ichsan setelah mendapat laporan pemeriksaan dari inspektorat.

(tim/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK