Satgas: Puncak Lonjakan Kasus Covid 18 Juli, Kini Menurun

CNN Indonesia | Selasa, 27/07/2021 22:00 WIB
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito mengatakan pemerintah sudah melakukan langkah efektif hingga bisa menurunkan kasus. Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito mengatakan lonjakan kasus virus corona di tanah air sudah mencapai puncaknya pada 18 Juli lalu. Kini sudah mulai mengalami penurunan (Arsip Puspen TNI)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito mengatakan lonjakan kasus virus corona di tanah air sudah mencapai puncaknya pada 18 Juli lalu. Dia mengatakan pemerintah sudah melakukan langkah efektif, sehingga saat ini kasus Covid-19 mengalami penurunan.

Ganip menyampaikan itu saat menyambangi markas TRC BPBD DIY, Semaki, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Selasa (27/7).

"Sudah efektif. Maka kita evaluasi terus, kita sudah punya data, mulai dari lonjakan 18 Mei sampai dengan saat ini. Memang 18 Mei itu terjadi lonjakan yang eksponensial, terus puncaknya di 18 Juli kemarin sekarang sudah mulai menurun," kata Ganip.


Menurut Ganip, kebijakan PPKM darurat dan kelanjutannya, yakni PPKM level 4 mampu menurunkan angka kasus virus corona secara umum.

Substansi dari pelaksanaan PPKM, kata Ganip, adalah pembatasan serta pengendalian mobilitas yang ditengarai jadi pemicu penularan secara masif.

Diakuinya, kebijakan PPKM bak pedang bermata dua karena ada sisi ekonomi yang harus dikorbankan. Tapi, sesuai arahan presiden, mau tak mau memang harus ditempuh.

"Ini juga menunjukkan tren yang lebih baik. Kita tidak bisa memanipulasi itu, sudah mulai ada penurunan, ini yang harus kita jaga. Tapi kita juga tetap harus hati-hati, tetap harus melakukan pembatasan. Nanti akan terus dievaluasi dan diperbaiki," ujarnya.

Ganip tak menampik soal jumlah tes yang minim sepanjang masa PPKM darurat serta Level 4 ini. Padahal, testing, tracing, dan treatment (3T) disebut sebagai kunci pengendalian pandemi.

Jika mengacu pada target yang ditetapkan, pemerintah akan melakukan 324.283 tes dalam sehari mulai PPKM Darurat 3 Juli lalu.

Namun, target-target itu belum sempat terealisasi. Selama 18 hari PPKM Darurat Jawa-Bali dan 7 hari PPKM Darurat luar Jawa-Bali, rata-rata jumlah tes hanya di 139.360 dalam sehari.

Bahkan dalam beberapa hari terakhir, jumlah tes menurun seiring dengan penurunan kasus. Pada 18 Juli misalnya, jumlah warga yang diperiksa turun menjadi 138.046 orang, selanjutnya 19 Juli 127.461 orang, 20 Juli 114.674 orang, dan terakhir 21 Juli naik meski tidak signifikan, yakni 116.232 orang yang diperiksa dalam sehari.

Ganip menyebut kemarin presiden telah meminta keterlibatan TNI dengan panglima selaku koordinator untuk menggencarkan kembali testing dan tracing. Pengoptimalan penelusuran kasus atau tracing kini ditempuh dengan tracing digital dan lapangan.

"Ini saya datang juga untuk mengecek pelaksanaan petugas-petugasnya. Mulai dari pemberitahuan lab, notifikasi ke puskesmas, puskesmas melakukan wawancara kemudian ke tracing digital terus tracing digital wawancara ke kontak erat melalui komunikasi HP, kalau tidak terlacak melalui tracing lapangan dengan masif nantinya," kata Ganip.

(kum/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK