Kepala Dinkes Jatim Digeser Jadi Dirut RS, Khofifah Cari Plt

CNN Indonesia | Rabu, 28/07/2021 19:22 WIB
Anggota DPRD Jatim mengkritisi langkah Khofifah, kepala dinkes di tengah gelombang lonjakan covid-19 di Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa. (CNN Indonesia/ Farid)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jabatan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur kosong usai usai Gubernur Jatim Khofifah Indar Prawansa menggeser dr Herlin Ferliana untuk jadi Dirut RSU Haji Surabaya.

Herlin digeser bersamaan saat Khofifah juga melantik 16 pejabat pratama tinggi lain untuk menempati posisi baru di Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Rabu (28/7).

Khofifah mengaku akan segera mengisinya dengan Pelaksana Tugas (Plt) terlebih dahulu, termasuk Kepala Dinas Kesehatan. Terkait penetapan definitif, nanti akan digelar rapat untuk membuat Panitia Seleksi (Pansel).


"Jadi hari ini yang kosong-kosong akan di-Plt, kemudian kami segera open biding," kata Khofifah.

Pelantikan dilakukan secara hybrid karena masih dalam pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level. Alasan lain sebab beberapa pejabat masih menjalani isolasi mandiri karena terkonfirmasi positif Covid-19.

Pelantikan ini, kata dia juga sudah ditunda beberapa kali sebab nama-nama eselon II yang diusulka ke Badan Administrasi Kepegawaian Negara (BAKN) sejak awal Juni lalu beberapa orang dilaporkan positif Covid-19, sehingga harus ditunda.

"Saya bilang nek (kalau) PPKM Darurat kita pelantikan nanti ada kesan tidak sesuai dengan suasana PPKM Darurat. Terus saya bilang Senin kemarin, Senin ayo pelantikan, saya bilang gitu, terus ada yang positif lagi, coba bayangkan," ucapnya.

Nama-nama yang dilantik beserta jabatannya antara lain, Kepala Badan Pendapatan Daerah, Abi Manyu Pontjo Atmodjo; Asisten Administrasi Umum Setdaprov Jatim, Syaikhul Ghulam; Kepala Bappeda Jatim, Muhammad Yasin; Kepala DPMD Sukaryo; Kepala Dinas Kehutanan Jumadi

Kemudian, Direktur RSU Haji dr Herlin Ferliana; Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ardo Sahak; Kepala ESDM, Nurkholis; Kepala BKD Indah Wahyuni; Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Dyah Wahyu Ermawati; Kepala Bakorwil Pamekasan Ir Gunawan Saleh; Kalaksa BPBD Jatim, Budi Santoso.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Tiat Sutiati Suwardi; Direktur RSUD dr Soedono Madiun, dr Ilham; Kepala Bakorwil Bojonegoro Agung Subagyo; dan Kepala Satpol PP M Hadi Wawan Guntoro. Dalam pelantikan yang hadir secara luring hanya tiga orang, Abimanyu, Yasin dan Nurkholis.

"Jadi tadi yang hadir, ya hanya tiga, selain ada saksi, ada rohaniwan, ada Pak Wagub, Pak Sekda, terus Ketua Komisi A DPRD, hanya itu, yang lain virtual di tempat masing-masing," jelas Khofifah.

Kekosongan jabatan Dinkes Jatim ini diprotes oleh anggota Komisi E DPRD Jatim yang membidangi kesehatan, Deni Wicaksono. Pihaknya menyesalkan langkah Khofiah, sebab saat ini kasus Covid-19 di Jatim belum bisa tertangani secara optimal.

"Sangat disesalkan, bagaimana mungkin di tengah pandemi Covid-19 yang mengganas, dengan second wave yang bahkan kini menempatkan Jawa Timur sebagai penyumbang kasus kematian terbesar, ternyata Dinas Kesehatan tidak memiliki pejabat definitif," kata Deni.

Hal ini menurutnya menunjukkan bahwa Khofifah tidak memprioritaskan penanganan pandemi Covid-19. Ia menilai Mantan Menteri Sosial RI ini juga tak memiliki skala prioritas yang jelas.

(frd/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK