Stok Reagen Tipis, RS Papua Barat Setop Layanan Tes PCR

CNN Indonesia | Kamis, 29/07/2021 19:49 WIB
RSU Papua Barat saat ini fokus menggunakan sisa stok reagen sekitar 2.000 unit untuk masyarakat bergejala hingga kontak erat pasien positif Covid-19. RSU Papua Barat menghentikan layanan tes swab PCR Covid-19 bagi pelaku perjalanan. Ilustrasi (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
Manokwari, CNN Indonesia --

Rumah Sakit Umum (RSU) Papua Barat menghentikan pemeriksaan swab PCR Covid-19 untuk pelaku perjalanan mulai hari ini, Kamis (29/7). Tes swab PCR saat ini difokuskan untuk masyarakat bergejala dan kontak erat.

Direktur RSU Papua Barat, Arnold Tiniap mengatakan penghentian sementara ini dilakukan lantaran stok BHMP reagen kian menipis. Di satu sisi, penambahan pasien Covid-19 masih terjadi.

"Penambahan angka positif Covid ini tentu memerlukan penegakan diagnosis dengan PCR. Maka dari itu, mulai hari ini kami hentikan sementara pelayanan pemeriksaan Swab PCR bagi pelaku perjalanan dan fokus pada mereka yang bergejala dan kontak erat," kata Arnold.


Arnold menyebut stok reagen yang ada di RSU Papua Barat saat ini sekitar 2.000 lebih. Jumlah itu diprediksi hanya cukup untuk digunakan 10 hari ke depan. Pemesanan belum bisa dilakukan lantaran masih menunggu anggaran perubahan.

"Untuk mengantisipasi itu, kita juga menyurat ke BNPB jika kemungkinan ada bantuan reagen. Selain itu, kita juga menyurati Kementerian Kesehatan terkait persoalan ini," ujarnya.

Soal stok reagen, kata Arnold, pihaknya sejak awal memesan stok untuk keperluan hingga akhir Desember 2021. Namun, lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi sejak pertengah Juni lalu membuat penggunaan reagen naik.

Untuk pelaku perjalanan, Arnold mengaku sudah berkoordinasi dengan Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Manokwari. Pasalnya, sebagian daerah menjadikan bukti swab PCR sebagai syarat perjalanan.

"Kita minta agar pelaku perjalanan menggunakan Rapit Antigen. Ketika tiba di daerah yang mensyaratkan Swab PCR, makadilakukan swab PCR di tempat," katanya.

(hen/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK