Satgas Kerahkan 18 Ribu Contact Tracer Bulan Depan

CNN Indonesia | Kamis, 29/07/2021 19:00 WIB
Kepala Sub Bidang Tracing Satgas Covid-19, Koesmedi Priharto mengatakan langkah itu diambil setelah ada perintah dari pemerintah pusat. Ilustrasi laboratorium covid. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Tugas (Satgas) penanganan covid-19 akan mengerahkan 17 sampai 18 ribu contact tracer mulai Agustus. Ribuan contact tracer itu akan ditugaskan di seluruh wilayah Indonesia.

Kepala Sub Bidang Tracing Satgas Covid-19, Koesmedi Priharto mengatakan langkah itu diambil setelah ada perintah dari pemerintah pusat.

"Ini dari presiden kan, dari pak Luhut, dari atas. Diminta mulai satu Agustus. Pokoknya, satu Agustus kita mulai bertahap," ucap Koesmedi kepada CNNIndonesia.com, Kamis (29/7).


"Tadi diperkirakan itu, saya angkanya lupa pasti ya. Sekitar 17 sampai 18 ribu [contact tracer] deh," imbuhnya.

Koesmedi menyatakan sampai saat ini pihaknya masih melakukan penilaian terhadap kondisi di setiap daerah. Selain itu, pihaknya juga masih merumuskan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menindaklanjuti setiap temuan di lapangan nantinya.

"Jadi kita mesti melakukan asesmen dulu masing-masing daerah supaya apa yang kita akan lakukan itu betul-betul kena di sasarannya. Kita kan bukan hanya sekadar nemuin orang yang positif, tapi kan harus sesudah positif diapain," ucap dia.

Dalam implementasinya, Koesmedi menjelaskan, contact tracer akan dipusatkan di setiap kelurahan. Mereka, sambung Koesmedi, hanya bertanggung jawab untuk melakukan contact tracing (penelusuran kontak) di wilayah yang sudah ditetapkan.

Koesmedi menilai skema tersebut dipilih karena merupakan pilihan yang logis. Sebab, menurutnya, penelusuran kontak lintas wilayah itu akan sulit dilakukan.

"Sekarang begini lho, kalau kamu bayangkan, kalau ada orang di satu kantor. Di dalam satu ruangan, isinya ada orang dari Bogor, Tangerang, Bekasi. Nah, pertanyaannya ketika salah satu, misalnya di Bekasi kena positif. Terus kita harus tracing sampai ke Bogor, ke Bekasi gitu? Kan gak mungkin bisa terjadi kayak gitu kan," ucap dia.

"Makanya saya bilang turunkan saja sampai tingkat lurah. Nanti di tingkat lurah mengurusi wilayah dia itu saja, wilayah lurah itu saja. Nanti kalau ada lainnya yang positif, itu wilayah lurah sebelahnya. Gak usah ikut campur," imbuhnya.

Terkait target penelusuran kontak, Koesmedi mengaku tidak menargetkan. Sebab, kata dia, jumlah orang yang kontak terhadap saru orang yang suspek akan berbeda-beda.

"Enggak ada target itu. Jadi setiap orang yang sakit di suatu wilayah itu harus bisa di-tracing di wilayahnya. Jadi per wilayah," ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan seluruh anak buahnya untuk bekerja mati-matian menekan angka kasus kematian akibat positif virus corona (Covid-19). Hal itu diungkap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan lewat akun Instagram @luhut.pandjaitan, Kamis (29/7).

Berdasarkan perintah Jokowi, Luhut meminta seluruh elemen pemerintahan meningkatkan upaya tes, telusur, dan perawatan. Ia memberi target penelusuran kepada minimal 8 orang kontak erat setiap ditemukan satu pasien Covid-19.

(yla/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK