Pemerintah Sebut Stok Vaksin Aman untuk Percepatan Vaksinasi

KPC PEN, CNN Indonesia | Sabtu, 31/07/2021 14:06 WIB
Pemerintah memastikan stok vaksin di Indonesia dalam kondisi aman. Stok tersebut akan digunakan untuk percepatan vaksinasi. Pemerintah memastikan stok vaksin di Indonesia dalam kondisi aman. Stok tersebut akan digunakan untuk percepatan vaksinasi. (Ilustrasi vaksin. Foto: AP/Lewis Joly)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah memastikan stok vaksin aman, tak ada vaksin yang hilang atau terbuang selama distribusi. Hal tersebut seiring dengan kedatangan Vaksin Covid-19 Sinopharm dalam bentuk bulk pada Jumat (30/7).

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga menjelaskan seluruh vaksin tersebut akan diproses oleh Bio Farma. Perusahaan farmasi milik negara itu hingga kini telah memproses 117,3 juta vaksin jadi.

"Jumlah tersebut akan digunakan untuk percepatan vaksinasi yang ditingkatkan di bulan Agustus nanti," ujar Arya, Kamis (29/7).


Bio Farma juga telah mendistribusi 80 juta lebih dosis vaksin jadi ke 34 provinsi. Menurutnya stok vaksin Covid-19 di Indonesia cukup untuk digunakan dalam beberapa waktu ke depan.

"Stok vaksin yang ada saat ini membuktikan pasokan vaksin Covid-19 di Indonesia dalam kondisi aman dan stok tersebut akan digunakan untuk percepatan vaksinasi," imbuhnya.

Indonesia sendiri telah mengamankan 174,6 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk dan jadi. Pada Agustus 2021, pemerintah akan mendatangkan 45 juta dosis vaksin Covid-19 dari Sinovac, AstraZeneca, Moderna, dan Pfizer.

Dengan rencana dan stok yang sudah diamankan, kata Arya, Indonesia bisa memastikan pelaksanaan vaksinasi di Agustus aman dan bisa ditingkatkan untuk memenuhi target.

"Tentunya penggunaan vaksin tersebut akan diatur oleh pemerintah," kata Arya.

Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi berharap, stok vaksin Covid-19 tersebut dapat digunakan dengan cermat.

Vaksin yang tersedia ini untuk memperluas cakupan vaksinasi masyarakat di daerah. Selain itu vaksin ini juga untuk memenuhi masyarakat yang baru menjadi penerima vaksin dosis pertama.

Menurut dia perlu pengaturan jadwal vaksinasi untuk memastikan setiap orang yang telah mendapatkan dosis pertama akan mendapatkan vaksinasi dosis kedua tepat waktu, mengingat kedatangan vaksin ke Indonesia masuk secara bertahap.

"Di tengah tingginya minat masyarakat untuk mengikuti vaksinasi, kami mengimbau pelaksana vaksinasi di seluruh Indonesia agar dapat mencermati pengaturan jadwal yang telah disediakan oleh pemerintah pusat agar jadwal vaksinasi dapat kita jaga dengan baik sesuai dengan ketersediaan vaksin yang kita terima secara bertahap dari produsen vaksin sampai Desember 2021," terang Nadia.

Sebagai informasi, laju vaksinasi harian hingga akhir Juli 2021 telah menyentuh angka rata-rata 1,1 juta dosis per hari.

Dengan skema kedatangan vaksin yang baik seperti saat ini, diperkirakan laju vaksinasi bisa menyentuh angka 2 juta dosis per hari di Agustus nanti.

Kementerian Kesehatan berencana mendorong laju vaksinasi di 54 kabupaten/kota di wilayah aglomerasi di Jawa-Bali.

Lembaga ini menggandeng pemerintah daerah, TNI/POLRI, lembaga lain, dan swasta, Kemenkes meyakini akan menggenjot cakupan vaksinasi 70 persen untuk dosis pertama.

(fef/fef)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK