Pemerintah Catat Baru 24,4 Persen Penduduk Disuntik Vaksin

tim, CNN Indonesia | Minggu, 01/08/2021 14:40 WIB
Menlu Retno Marsudi ungkap total vaksin Covid-19 yang telah disuntikkan ke masyarakat Indonesia baru 24,49 persen dari total populasi penduduk. Menlu Retno Marsudi ungkap total vaksin Covid-19 yang telah disuntikkan ke masyarakat Indonesia baru 24,49 persen dari total populasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan total vaksin Covid-19 yang telah disuntikkan ke masyarakat Indonesia adalah sebanyak 67.761.337 dosis atau baru sekitar 24,49 persen dari total populasi.

Jumlah itu merupakan gabungan dari penerima vaksinasi satu dosis dan dua dosis. Jumlah penerima vaksinasi satu dosis yakni 47.226.514 dan penerima vaksin dua dosis 20.534.823.

"Untuk Indonesia, hingga saat ini Indonesia telah menyuntikkan lebih dari 67 juta dosis vaksin covid-19 atau sekitar 24,49 persen dari total populasi," bebernya dalam keterangan pers lewat video yang diunggah oleh Sekretariat Presiden di kanal YouTube, Minggu (1/8).


Dia menyebut hingga saat ini masih terjadi kesenjangan tingkat vaksinasi di berbagai negara. Pada pekan ini, di Eropa adalah 84,9 persen, sedangkan di Asia Tenggara baru 21,7 persen berbanding populasi yang menerima vaksin.

Sementara, di Afrika baru 4,6 persen vaksin Covid-19 yang disuntikkan berbanding populasi.

"Dirjen WHO (Tedros Adhanom Ghebreyesus) masih memberi perhatian terhadap kesenjangan vaksin di tingkat global yang masih lebar," imbuhnya.

Dari sisi stok vaksin di RI, Kemenlu mencatat per Minggu (1/8), telah tiba 178.357.880 dosis vaksin Covid-19. Angka tersebut bertambah seiring dengan kedatangan 3,5 juta dosis vaksin merek Moderna dari AS.

Selain hibah dari Negeri Paman Sam, RI juga dijadwalkan menerima vaksin bantuan AstraZeneca dari Inggris sebanyak 620 ribu dosis pada Senin (2/8) besok.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan dapat dilakukan percepatan vaksinasi hingga 1 juta dosis per hari selama Juli. Namun, target belum dapat tercapai. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut hal tersebut dikarenakan kendala jumlah ketersediaan alias stok vaksin.

"Kalau ditanya kenapa tidak bisa lebih cepat lagi? Karena memang jumlah vaksinnya segitu," kata Budi dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (26/7).

(wel/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK