Sempat Viral Dikeroyok Warga, Pasien Covid di Toba Meninggal

CNN Indonesia | Senin, 02/08/2021 13:22 WIB
Seorang warga Toba Sumut meninggal usai terkonfirmasi Covid-19. Dia sempat viral dikeroyok warga karena diduga berusaha menyebarkan virus corona. Pria terkonfirmasi positif Covid-19 di Toba, Sumatera Utara, dikeroyok karena diduga berusaha meludahi warga. (CNN Indonesia/ Farida)
Jakarta, CNN Indonesia --

Warga Toba, Sumatera Utara, Salamat Sianipar (45) meninggal dunia usai mendapat perawatan di Rumah Sakit karena terkonfirmasi positif Covid-19.

Salamat sebelumnya sempat viral di media sosial lantaran dikeroyok oleh masyarakat sekitar. Dia hendak diamankan karena diduga ingin menyebarkan Covid-19 dengan mengejar, memeluk dan meludahi warga.

"Iya, benar (Salamat meninggal dunia)," kata Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Hadi Wahyudi saat dikonfirmasi, Senin (2/8).


Dia mengatakan Salamat meninggal dunia di RSUP Adam Malik, Medan, sebagai pasien positif Covid-19.

Namun demikian dia belum dapat menjelaskan mengenai proses penanganan perkara lebih lanjut terkait peristiwa pengamanan Salamat yang viral di media sosial.

"Meninggal di RSUP Adam Malik, Covid-19," tambah dia.

Sebelumnya, beredar di media sosial video Salamat tampak diseret oleh masyarakat sekitar di jalanan dengan kondisi tangan terikat tali. Dalam video itu juga terlihat warga mendorong-dorong Salamat dengan menggunakan balok kayu.

Video itu diunggah oleh akun instagram @jhosua_lubis. Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa peristiwa terjadi pada 22 Juli 2021. Dia menarasikan bahwa masyarakat sekitar tak menerima Salamat yang terkonfirmasi Covid dan hendak melakukan isolasi mandiri.

Hal itu kemudian dibantah oleh perangkat desa setempat. Kepala Desa Pardomuan, Toba, Timbang Sianipar, mengatakan Salamat awalnya menjalani isolasi di sebuah kampung. Kemudian karena rumah yang menjadi tempat isolasi itu tak dilengkapi penerangan dan air, Salamat pun memilih isolasi di gubuk miliknya.

Namun demikian, Timbang menyebutkan Salamat kembali pulang ke rumahnya. Bahkan Salamat sudah dua kali kabur. Pihak Desa yang mengetahui hal itu kemudian mendatangi lokasi rumah Salamat.

Istri Salamat, Risma Sitorus juga mengakui suaminya lari saat menjalani isolasi mandiri. Suaminya diamankan karena berusaha menulari virus corona ke warga. Bahkan Risma beserta anaknya sudah lari terlebih dahulu saat hendak dipeluk oleh Salamat.

"Anakku mau dipeluk, enggak mau. Lari kami. Jadi warga yang ngapakannya, kami sudah lari duluan," tutur Risma.

(mjo/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK