Total 2 Pesawat dan 3 Helikopter Dicat Merah Putih

CNN Indonesia
Kamis, 05 Aug 2021 14:39 WIB
TNI AU menyebut pengecatan ulang 5 pesawat milik pemerintah telah direncanakan sejak 2019 dan mulai dijalankan pada tahun 2020, termasuk pesawat kepresidenan. Pesawat kepresidenan RI sebelum dicat ulang warna merah dan putih. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia --

TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengungkap total lima pesawat milik pemerintah menjalani pengecatan ulang dengan warna merah putih. Selain pesawat kepresidenan tipe BBJ2 yang dicat merah putih, ada pesawat British Aerospace RJ 85, dua unit helikopter AS-322 Super Puma L2 milik Sekretariat Negara, dan satu unit helikopter NAS-332 Super Puma L1 milik TNI AU.

"Saat ini kelimanya sudah merah putih," kata Kepala Pusat Penerangan TNI AU Kepala Dinas Penerangan AU Marsekal Pertama (Marsma) Indan Gilang Buldansyah saat dihubungi CNNindonesia.com, Kamis (5/8).

Indan menyebut Heli Super Puma Kepresidenan itu berada di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Sementara, pesawat BBJ2 dioperasikan Skadron Udara 17 Wing 1.


"Heli Super Puma Kepresidenan di Skadron 45 Wing 1, Lanud Halim Perdanakusuma, terdiri dari Super Puma L2 dan L1," ujarnya.

Pengecatan ulang, ditegaskan Indan, tak ada hubungannya dengan anggaran Covid-19. Menurut dia pengecatan ulang lima pesawat telah direncanakan sejak 2019. 

Mengenai rincian biaya pengecatan, Indan belum membeberkannya.

"Livery merah putih sudah direncanakan 2019, tahun 2020 mulai dicat," jelas dia.

Indan menyatakan arti penggunaan warna merah dan putih sebagai representasi dari patriotisme dan nasionalisme.

"Iya, betul (representasi nasionalisme), warna bendera RI," ujarnya.

Pengecatan ulang pesawat kepresidenan menjadi sorotan publik karena dianggap sebagai hal yang tidak penting di masa pandemi Covid-19.

Pengamat penerbangan Alvin Lie bahkan menyebut pengecatan ulang tersebut pemborosan di tengah upaya pemerintah menyiasati anggaran negara demi menangani pandemi. 

Alvin menaksir pengecatan ulang pesawat bisa menelan biaya miliaran rupiah.

"Hari gini masih aja foya-foya ubah warna pesawat Kepresidenan Biaya cat ulang pesawat setara B737-800 berkisar antara USD 100 ribu sampai 150 ribu Sekitar Rp.1,4 M sampai dengan Rp.2.1M @KemensetnegRI @setkabgoid @jokowi," cuit akun @alvienlie21, Senin (2/8).

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin justru mempertanyakan kritik Alvin Lie.

Menurutnya, pengeluaran Rp2 miliar untuk pengecatan pesawat tidak menjadi masalah. Sebab, hal itu tidak mengganggu anggaran penanganan Covid-19.

"Kalau mau lihat biaya perawatan, cat, kemudian pemeriksaan 7 tahun dilakukan, Rp1 miliar-Rp2 miliar untuk pesawat presiden di mana masalahnya?" kata Ngabalin dalam program CNN Indonesia Newsroom, Selasa (4/8).

Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menilai pengecatan ulang pesawat, terutama pesawat kepresidenan menggunakan warna merah, telah mengabaikan faktor keamanan presiden.

Menurut dia, idealnya pesawat kepresidenan dicat dengan warna yang memiliki fungsi kamuflase saat di udara. Dia mencontohkan warna seperti biru, putih, atau abu-abu

"Kalau saya bilang, ini cenderung mengabaikan aspek keamanan ketika ada pergantian warna menjadi warna yang mencolok merah putih ini," kata Khairul, Rabu (4/8).

(iam/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER