Satgas Kritik Pemda soal Nihil Posko dan Malas Lapor Prokes

CNN Indonesia
Selasa, 17 Agu 2021 23:00 WIB
Jubir Satgas Covid Wiku Adisasmito. Wiku menyebut hingga 15 Agustus dari sekitar 80.000 desa kelurahan di Indonesia baru sekitar 23 ribu di antaranya yang telah membentuk posko. (Biro Setpres/Rusman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah pusat mengkritik pemerintah daerah yang dinilai malas dalam melapor soal kepatuhan protokol kesehatan. Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan masih banyak posko di Desa dan Kelurahan yang tidak melapor.

"Hingga tanggal 15 Agustus dari sekitar 80.000 desa kelurahan di Indonesia baru sekitar 23 ribu di antaranya yang telah membentuk posko. Tidak hanya itu, dari 23 ribu posko yang telah terbentuk ini tidak semuanya rutin melaporkan kinerjanya," kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan secara virtual, Selasa (17/8).

Rata-rata baru sekitar 46 persen Desa atau Lurah di tiap Provinsi yang telah melaporkan. Padahal, menurutnya, untuk menguatkan koordinasi antara daerah bisa dilakukan melalui posko tingkat Desa atau Kelurahan tersebut. Hal ini menjadi inovasi pemerintah di tahun ini, yang juga akan terus diperluas menjadi posko atau satgas di fasilitas publik.

Menurut Wiku, memasuki tahun 2021 untuk bisa mengendalikan pandemi Covid-19, pemerintah berfokus pada karakteristik, kondisi dan kesiapan daerah. Indonesia merupakan negara kepulauan yang luas, pendekatan untuk menangani Covid tentu berbeda-beda untuk setiap daerahnya.

Pelaporan dari setiap posko di Desa atau Kelurahan perlu untuk terus ditingkatkan mengingat koordinasi pusat dan daerah merupakan salah satu elemen kunci dalam keberhasilan penanganan covid 19. Posko juga menjadi ujung tombak pengawasan dan pelaporan kepatuhan protokol kesehatan serta penanganan dini pada tingkatan terkecil.

Wiku mengimbau kepada pemerintah daerah di Provinsi yang angka kasus positif penularan dan kematiannya masih tinggi agar terus berupaya meningkatkan kinerjanya.

"Ingatlah bahwa keberhasilan Anda dalam mengendalikan kasus, bukan hanya akan bermanfaat bagi daerah masing-masing tetapi juga bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan," katanya.

"Perjuangan pemerintah daerah akan sangat bermakna dalam usaha mencapai kemerdekaan melawan covid 19. Setelah kita mencoba melakukan kilas balik perjuangan pengendalian covid 19 yang sudah kita lakukan sekuat tenaga untuk bertahan, diharapkan menjadi modal yang kuat," pungkasnya.

(mrh/ain)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK