Soal Prediksi Pandemi 10 Tahun, Risma Ungkap Stok Uang Bansos

CNN Indonesia | Rabu, 18/08/2021 13:04 WIB
Mensos Risma mengakui akan sangat berat bila pandemi berlangsung 5-10 tahun, dengan tugas kementeriannya membantu warga lewat program bansos. Menteri Sosial Tri Rismaharini mengakui akan sangat berat bila pandemi berlangsung 5-10 tahun, dengan tugas kementeriannya membantu warga lewat program bansos.. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengaku sudah menyiapkan langkah antisipasi terkait pandemi virus corona (Covid-19) yang diprediksi sejumlah kalangan bisa berlangsung hingga 5-10 tahun di Indonesia.

Risma mengakui akan berat jika harus menjalani pandemi selama 10 tahun dengan tugas Kemensos membantu masyarakat terdampak pandemi Covid-19 lewat program bantuan sosial (bansos). Namun antisipasi tetap harus disiapkan.

"Prediksi pandemi Covid 5-10 tahun iya kita harus siaga terus. Memang berat, tapi kita antisipasi supaya tidak terjadi lonjakan seperti kemarin," kata Risma saat ditemui di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (18/8).


"Ini menyangkut BST Covid-19 yang diberikan karena memang ada PPKM. Kalau itu [PPKM] dibuka maka kita hitung lagi [dana bansos] karena ada kemampuan keuangan terbatas," sambungnya.

Mantan Wali Kota Surabaya ini juga meminta agar masyarakat patuh pada protokol kesehatan supaya kasus Covid-19 tak mengalami lonjakan yang bisa memicu penerapan PPKM ketat. Jika PPKM ketat diberlakukan kembali, maka pihaknya harus menyalurkan bansos Covid-19 di tengah keterbatasan dana.

Risma menyampaikan bansos Covid-19 dari Kemensos diberikan karena ruang gerak masyarakat untuk bekerja dibatasi. Ia menyampaikan sudah berdiskusi dengan Kementerian Keuangan terkait dengan pemberian BST Covid-19 di masa PPKM. Jika PPKM dicabut, bansos tunai tersebut juga akan dihentikan.

"Makanya kami sampaikan kalau disiplin protokol kesehatan bisa berjalan baik, maka pembatasan itu bisa dihindari, ekonomi bisa tetap berjalan," ujar Risma.

Kementerian Sosial memberikan sejumlah paket bansos untuk masyarakat terdampak Covid-19. Selain program BST senilai Rp300 ribu per bulan untuk warga terdampak Covid-19, Kemensos juga menyalurkan bansos beras PPKM di Jawa-Bali.

Penerima bansos beras di luar Program Keluarga Harapan (PKH) mendapat sebanyak 5 kilogram beras setiap bulan selama PPKM Jawa-Bali. Sementara Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdaftar dalam program PKH mengapat 10 kilogram beras yang disalurkan setiap bulan selama PPKM Jawa-Bali.

Prediksi pandemi Covid bisa berjalan 5-10 tahun sebelumnya diungkapkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan kepada pers, 16 Agustus lalu.

Menkes saat itu mengingatkan agar laju penularan tidak lebih dari kapasitas rumah sakit. Hal tersebut dinilai penting karena ada kemungkinan pandemi tak hilang dalam waktu dekat.

"Karena pandemi ini tidak akan hilang dengan cepat, mungkin akan jadi epidemi dan kita hidup dengan itu 5-10 tahun. Fokus kita bukan menghapus pandemi tapi mengendalikan pandemi dengan memastikan laju penularan di bawah kapasitas layanan kita," ujar Budi.

(mln/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK