Rangkuman Covid: Obat Tambahan Tak Gratis, Pfizer Untuk Bumil
CNN Indonesia
Kamis, 19 Agu 2021 17:48 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi tim kesehatan khusus penanganan virus corona (iStock/Morsa Images)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesiamulai mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Meski begitu, penambahan angka kematian masih berada di atas 1.000 dalam sehari.
Mengenai vaksinasi, WHO menyorot ketimpangan yang terjadi di sejumlah daerah. Vaksinasi seolah hanya terpusat di kota besar. Kemenkes lalu ingin lebih transparan mengenai distribusi vaksin ke daerah.
Berikut perkembangan informasi seputar Covid-19 di Indonesia yang dirangkum oleh CNNIndonesia.com dalam 24 jam terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perkembangan Kasus
Data Satgas Covid-19 per Kamis (19/8) mencatat penambahan kasus positif sebanyak 22.053 kasus sehingga total kasus positif menjadi 3.930.300 kasus.
Angka sembuh bertambah sebanyak 29.012 kasus sehingga total 3.472.915. Selain itu, ada penambahan angka kematian 1.492 hari ini sehingga total menjadi 122.633.
Vaksinasi Covid-19 bertambah sebanyak 853.437 orang untuk dosis pertama dan 965.180 untuk dosis kedua. Total orang sudah divaksin dosis pertama 56.045.931 orang dan 30.368.525 orang untuk dosis kedua.
Timpang Vaksinasi Disorot WHO
Penasihat Senior Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Diah Saminarsih menyoroti kondisi ketimpangan vaksin Covid-19 di Indonesia. Ketersediaan vaksin Covid-19 dinilai lebih banyak di kota besar di Pulau Jawa.
Padahal keadilan vaksin Covid-19 merata di seluruh daerah bisa mempercepat langkah Indonesia agar segera keluar dari pandemi Covid-19.
"Masih ada hambatan vaksinasi di tingkat daerah yang hasilnya ada ketidakadilan vaksinasi," kata Diah dalam webinar, Rabu (18/8).
Transparansi Distribusi Vaksin
Kementerian Kesehatan memutuskan untuk membuka akses data distribusi dan stok vaksin virus corona (Covid-19) yang dapat digunakan masyarakat sebagai acuan data ketersediaan vaksin di daerahnya masing-masing.
Langkah ini baru dilakukan setelah mendapat kritik WHO soal transparansi data vaksin.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyebut, fitur dashboard 'Stock Vaksin' yang baru diluncurkan hari ini berisi jumlah vaksin yang diterima setiap daerah, kemudian vaksin yang telah digunakan, serta estimasi stok vaksin selama kurun waktu tertentu seperti sepekan hingga lebih dari dua pekan.
Obat Covid Tambahan Tak Gratis
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengakui ada beberapa obat Covid-19 yang tidak ditanggung oleh pemerintah sehingga bisa jadi ada pasien yang harus membayar mahal untuk perawatan.
"Memang nyatanya ada beberapa obat yang tidak ditanggung oleh pemerintah karena merupakan obat tambahan," kata Wiku melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (18/8).
Sebelumnya LaporCovid19 menyebut ada warga Denpasar yang mengaku harus membayar Rp220 juta untuk menebus obat Gammaraas. Obat ini merupakan salah satu obat terapi tambahan untuk pasien Covid-19.
Vaksin Pfizer untuk Ibu Hamil
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi mengatakan vaksin Covid-19 produksi Amerika Serikat, Pfizer akan diprioritaskan untuk ibu hamil dan dewasa di atas usia 18 tahun.
"Hanya untuk usia 18 tahun ke atas dan ibu hamil," kata Nadia kepada CNNIndonesia.com, Kamis (19/8).
Kemenkes merekomendasikan penderita penyakit autoimun untuk memilih vaksin Covid-19 dengan platform teknologi mRNA seperti Moderna dan Pfizer. Kedua vaksin itu diketahui telah menjadi merek vaksin covid-19 yang digunakan untuk program vaksinasi nasional di Indonesia.
Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan vaksinasi Covid-19 pada penderita autoimun bisa dilakukan dengan syarat autoimunnya dalam kondisi terkontrol dibuktikan dengan surat dokter.
"Tetapi ada yang memang tidak bisa [vaksinasi], sehingga hanya dianjurkan diberikan vaksin yang platform mRNA seperti Pfizer dan Moderna," kata Nadia melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Kamis (19/8).
Ibu Hamil Meninggal Karena Covid-19
Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) mencatat setidaknya 20 persen dari jumlah kumulatif kematian ibu hamil (bumil) di Indonesia dalam 17 bulan terakhir ini disumbang oleh bumil yang terinfeksi virus corona (covid-19).
POGI mencatat ada kurang lebih 536 bumil yang dilaporkan terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu, 52 persen atau sekitar 278 orang bumil di antaranya terpapar covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG).
Varian Delta di 29 Provinsi
Kemenkes mencatat varian delta sudah terdeteksi di 29 provinsi di Indonesia dengan jumlah kasus 1.051 kasus. Hanya lima provinsi yang masih terbebas dari varian ini, yakni Lampung, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.
Berdasarkan data Litbangkes Kemenkes per 18 Agustus, sudah dilakukan pemeriksaan menggunakan whole genome sequencing sebanyak 5.000 kasus. Dari 5.000 kasus tersebut, sekitar 80 persen merupakan varian delta.
Kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesiamulai mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Meski begitu, penambahan angka kematian masih berada di atas 1.000 dalam sehari.
Mengenai vaksinasi, WHO menyorot ketimpangan yang terjadi di sejumlah daerah. Vaksinasi seolah hanya terpusat di kota besar. Kemenkes lalu ingin lebih transparan mengenai distribusi vaksin ke daerah.
Berikut perkembangan informasi seputar Covid-19 di Indonesia yang dirangkum oleh CNNIndonesia.com dalam 24 jam terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perkembangan Kasus
Data Satgas Covid-19 per Kamis (19/8) mencatat penambahan kasus positif sebanyak 22.053 kasus sehingga total kasus positif menjadi 3.930.300 kasus.
Angka sembuh bertambah sebanyak 29.012 kasus sehingga total 3.472.915. Selain itu, ada penambahan angka kematian 1.492 hari ini sehingga total menjadi 122.633.
Vaksinasi Covid-19 bertambah sebanyak 853.437 orang untuk dosis pertama dan 965.180 untuk dosis kedua. Total orang sudah divaksin dosis pertama 56.045.931 orang dan 30.368.525 orang untuk dosis kedua.
Timpang Vaksinasi Disorot WHO
Penasihat Senior Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Diah Saminarsih menyoroti kondisi ketimpangan vaksin Covid-19 di Indonesia. Ketersediaan vaksin Covid-19 dinilai lebih banyak di kota besar di Pulau Jawa.
Padahal keadilan vaksin Covid-19 merata di seluruh daerah bisa mempercepat langkah Indonesia agar segera keluar dari pandemi Covid-19.
"Masih ada hambatan vaksinasi di tingkat daerah yang hasilnya ada ketidakadilan vaksinasi," kata Diah dalam webinar, Rabu (18/8).
Transparansi Distribusi Vaksin
Kementerian Kesehatan memutuskan untuk membuka akses data distribusi dan stok vaksin virus corona (Covid-19) yang dapat digunakan masyarakat sebagai acuan data ketersediaan vaksin di daerahnya masing-masing.
Langkah ini baru dilakukan setelah mendapat kritik WHO soal transparansi data vaksin.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyebut, fitur dashboard 'Stock Vaksin' yang baru diluncurkan hari ini berisi jumlah vaksin yang diterima setiap daerah, kemudian vaksin yang telah digunakan, serta estimasi stok vaksin selama kurun waktu tertentu seperti sepekan hingga lebih dari dua pekan.
Obat Covid Tambahan Tak Gratis
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengakui ada beberapa obat Covid-19 yang tidak ditanggung oleh pemerintah sehingga bisa jadi ada pasien yang harus membayar mahal untuk perawatan.
"Memang nyatanya ada beberapa obat yang tidak ditanggung oleh pemerintah karena merupakan obat tambahan," kata Wiku melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (18/8).
Sebelumnya LaporCovid19 menyebut ada warga Denpasar yang mengaku harus membayar Rp220 juta untuk menebus obat Gammaraas. Obat ini merupakan salah satu obat terapi tambahan untuk pasien Covid-19.
Vaksin Pfizer untuk Ibu Hamil
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi mengatakan vaksin Covid-19 produksi Amerika Serikat, Pfizer akan diprioritaskan untuk ibu hamil dan dewasa di atas usia 18 tahun.
"Hanya untuk usia 18 tahun ke atas dan ibu hamil," kata Nadia kepada CNNIndonesia.com, Kamis (19/8).
Penderita Autoimun Bisa Divaksin Moderna
Penderita autoimun bisa disuntik vaksin Moderna (cnnindonesia/adimaulanaibrahim)
Kemenkes merekomendasikan penderita penyakit autoimun untuk memilih vaksin Covid-19 dengan platform teknologi mRNA seperti Moderna dan Pfizer. Kedua vaksin itu diketahui telah menjadi merek vaksin covid-19 yang digunakan untuk program vaksinasi nasional di Indonesia.
Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan vaksinasi Covid-19 pada penderita autoimun bisa dilakukan dengan syarat autoimunnya dalam kondisi terkontrol dibuktikan dengan surat dokter.
"Tetapi ada yang memang tidak bisa [vaksinasi], sehingga hanya dianjurkan diberikan vaksin yang platform mRNA seperti Pfizer dan Moderna," kata Nadia melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Kamis (19/8).
Ibu Hamil Meninggal Karena Covid-19
Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) mencatat setidaknya 20 persen dari jumlah kumulatif kematian ibu hamil (bumil) di Indonesia dalam 17 bulan terakhir ini disumbang oleh bumil yang terinfeksi virus corona (covid-19).
POGI mencatat ada kurang lebih 536 bumil yang dilaporkan terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu, 52 persen atau sekitar 278 orang bumil di antaranya terpapar covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG).
Varian Delta di 29 Provinsi
Kemenkes mencatat varian delta sudah terdeteksi di 29 provinsi di Indonesia dengan jumlah kasus 1.051 kasus. Hanya lima provinsi yang masih terbebas dari varian ini, yakni Lampung, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.
Berdasarkan data Litbangkes Kemenkes per 18 Agustus, sudah dilakukan pemeriksaan menggunakan whole genome sequencing sebanyak 5.000 kasus. Dari 5.000 kasus tersebut, sekitar 80 persen merupakan varian delta.