TNI Akan Proses Hukum Oknum Anggota Diduga Aniaya Bocah NTT

CNN Indonesia
Minggu, 22 Aug 2021 14:46 WIB
Sejauh ini, TNI sudah menahan dua personelnya lantaran menganiaya bocah berusia 13 tahun hingga terluka parah. ilustrasi pelaku kekerasan (Istockphoto/stevanovicigor)
Kupang, CNN Indonesia --

Komandan Kodim/1627 Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Letnan Kolonel TNI Educ Permadi mengatakan pihaknya bakal menindak anggotanya yang diduga menganiaya bocah berusia 13 tahun. Penyidikan dilakukan Detasemen Polisi Militer Kupang.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Denpom dalam hal ini Kupang, untuk menindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku di militer," kata Educ.

Kini, dua personel TNI berinisial AOK dan B sudah ditahan di Korem 161 Wirasakti, Kupang. Mereka tengah menjalani proses hukum. TNI pun telah mendatangi pihak keluarga korban.


"Sudah kita lakukan penahanan," ujar Danrem 161 Wirasakti Kupang, Brigjen TNI Legowo W.R. Jatmiko saat dikonfirmasi, Sabtu (21/8).

Selaku Dandim, Educ bakal bertanggung jawab agar kejadian serupa tak terulang. Dia pun berencana mendatangi keluarga korban.

Sebelumnya, siswa SD berusia 13 tahun di Kelurahan Metina, Kecamatan Lobalain, Rote Ndao, NTT menjadi korban penganiayaan oleh anggota TNI yang bertugas di Kodim/1627 Rote Ndao pada Kamis lalu (19/8).

Korban anak di bawah umur berinisial PS itu kini dirawat di RSUD Baa akibat mengalami luka di tubuhnya usai dianiaya.

Joni Seuk, ayah korban, mengatakan anaknya dituduh mencuri handphone, hingga dianiaya oleh anggota TNI berinsial AOK dan rekannya berinisial B.

Korban, kata Joni, sempat dibawa ke rumah AOK. Lalu diantar pulang. Keesokan harinya, korban kembali didatangi AOK lalu dianiaya kembali hingga mulutnya terluka.

Tengah malam, Petrus diantar pulang AOK namun dalam kondisi telanjang.

Menurutnya saat itu Petrus diantar pulang karena sudah mengaku mengambil HP lantaran tidak tahan dianiaya.

"Anak kami terpaksa mengaku bahwa dia yang ambil handphone, karena sudah tidak tahan dengan penganiayaan itu. Sampai di rumah anak kami bingung mau ambil handphone di mana karena bukan dia yang ambil," ujar Aty, ibu korban.

(eli/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER