Dua Oknum TNI Penganiaya Bocah 13 Tahun di Rote Sudah Ditahan

CNN Indonesia
Sabtu, 21 Agu 2021 21:22 WIB
Pihak Kodim juga telah melakukan pendekatan kepada keluarga korban secara adat setempat, termasuk, denda adat yang harus ditunaikan. Ilustrasi tahanan. (Istockphoto/menonsstocks)
Jakarta, CNN Indonesia --

Danrem 161 Wirasakti Kupang, Brigjen TNI Legowo W.R. Jatmiko menegaskan bakal melakukan proses hukum terhadap anggota Kodim 1627 Rote Ndao, AOK dan B, yang melakukan penganiayaan terhadap bocah berusia 13 tahun. Pelaku kini ditahan di Markas Kodim setempat.

"Sudah kita lakukan penahanan," ujar Legowo saat dikonfirmasi, Sabtu (21/8).

Sementara itu, Legowo mengatakan, saat ini korban sudah mendapat pelayanan kesehatan dan menjalani perawatan di RSUD Ba'a. Dia menyebutkan, seluruh biaya perawatan korban yang merupakan anak di bawah umur berinisial PS itu ditanggung oleh pihak Kodim 1627 Rote Ndao.


"Untuk biaya perawatan kami yang tanggung", jelas Legowo.

Selain itu, lanjut Danrem Legowo, sudah diupayakan melakukan pendekatan kepada keluarga korban secara adat setempat (adat Rote). Dia memastikan pihaknya sudah membayarkan denda adat.

Meski sudah dilakukan penyelesaian secara adat, tapi oknum AOK dan B akan tetap ditindak sesuai hukum yang berlaku di institusi TNI Angkatan Darat.

"Mereka akan tetap jalani proses hukum", tandas Brigjen Legowo.

Tim dari Denpom IX/I Kupang akan berangkat ke Rote Ndao untuk menjemput seluruh anggota Kodim 1627 Rote Ndao yang terlibat dalam kasus penganiayaan terhadap bocah tersebut

"Setiap anggota yang melakukan pelanggaran akan ditindak dan dimasukkan ke pengadilan militer", tegasnya.

Sebelumnya, seorang bocah berusia 13 tahun yakni PS, dianiaya oleh oknum anggota Kodim 1627 Rote Ndao berinisial AOK dan B. Korban dianiaya karena dituduh mencuri telepon seluler milik AOK.

Korban dijemput dari rumahnya dan dianiaya berulangkali sejak Kamis malam hingga Sabtu pagi. Korban mengalami luka di sekujur tubuhnya.

Menurut pengakuan orang tua korban, anak mereka sempat diikat kaki dan tangannya serta ditelanjangi lalu dianiaya.

"Itu kita lihat sendiri saat diikat dan dipukuli", kata Joni Seuk dan Ati Seuk, orang tua korban.

Korban mengalami penganiayaan terbanyak dirumah B, karena setelah dari rumah AOK, korban dibawa ke rumah B di Kelurahan Metina.

Korban juga dipaksa menunjukkan tempat dia menyembunyikan telepon seluler tersebut di rumahnya oleh AOK dan rekan-rekannya. Tetapi korban yang merasa kebingungan saat tiba di rumah untuk menunjuk telepon seluler tersebut membuat AOK naik darah dan kembali melakukan penganiayaan terhadap korban.

Saat ini korban tengah menjalani perawatan di RSUD Ba'a setelah dipulangkan oleh AOK dan B kerumahnya dalam keadaan pingsan. Kedua orang tuanya langsung membawa korban ke RSUD Ba'a.

(eli/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER