PGI Usul ke Jokowi Vaksinator di Papua Non-TNI dan Polri

CNN Indonesia
Selasa, 31 Aug 2021 21:14 WIB
Persekutuan Gereja di Indonesia (PGI) mengatakan banyak warga Papua yang keberatan divaksin jika vaksinator berasal dari TNI dan Polri. Ilustrasi vaksinasi. PGI meminta Presiden Jokowi agar vaksinator vaksin Covid-19 di Papua tidak berasal dari kalangan TNI dan Polri. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Gomar Gultom mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo agar vaksinasi Covid-19 di Papua tidak dilakukan oleh vaksinator dari kalangan TNI dan Polri.

Hal itu ia sampaikan langsung ketika bertemu Presiden Joko Widodo bersama para pimpinan organisasi masyarakat (Ormas) keagamaan di Istana Negara, Senin (30/8).

"Saya mengusulkan agar vaksinator di Papua sebaiknya dilakukan oleh nakes non-TNI dan Polri," kata Gomar dalam keterangan resminya, Selasa (31/8).


Lihat Juga :

Gomar mengatakan bahwa banyak penduduk Papua yang menolak melakukan vaksin bila vaksinatornya berasal dari personel TNI/Polri. Penolakan itu tak lepas dari sejumlah persoalan di Papua.

"Kalau tenaga kurang, gereja-gereja siap membantu mengirimkan relawan. TNI dan Polri dapat menopang dari belakang," kata Gomar.

Selain itu, Gomar juga meminta kepada Jokowi untuk memperhatikan Papua terkait vaksinasi. Pasalnya, vaksinasi di luar Jawa-Bali selama ini kurang merata.

Dia menekankan bahwa jumlah masyarakat di luar Jawa-Bali juga tidak kalah banyak.

"Ada kesenjangan antar wilayah menyangkut akses vaksinasi ini, khususnya di daerah terpencil dan daerah timur Indonesia," kata dia.

Gomar lalu meminta semua pihak berkonsentrasi dan gotong royong mengatasi pandemi. Ia juga meminta tidak menggunakan pandemi sebagai ajang untuk panggung kontestasi politik.

"Gonjang-ganjing politik tidak perlu yang diakibatkan oleh syahwat politik yang tinggi dari para elit politik yang sudah tak sabar dengan Pileg dan pilpres 2024," kata dia.

Diketahui, sejumlah kasus kekerasan di Papua diduga melibatkan aparat TNI dan Polri. Misalnya, kasus penginjakan kepala seorang warga Merauke oleh oknum TNI AU, serta penembakan pendeta Yeremia Zanambani, di Hitadipa, hingga sejumlah kasus dugaan pelanggaran HAM di masa lalu.

 

(rzr/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER