DPR Sebut Pelaku Pelecehan KPI Tak Punya Malu Lapor Balik

CNN Indonesia
Selasa, 07/09/2021 17:54
Anggota DPR RI Ahmad Sahroni (kiri) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 11 Juli 2017. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyebut terlapor atau terduga pelaku perundungan atau bully dan pelecehan seksual di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tidak punya malu.

Menurutnya, hal tersebut terlihat dari rencana terlapor atau terduga pelaku melaporkan balik korban pelecehan seksual, MS.

"Para pelaku ini sedang mencoba memutar balik keadaan. Mencari-cari dengan melapor korban, sungguh tidak punya malu," kata Sahroni kepada CNNIndonesia.com, Selasa (7/9).


Ia pun menyatakan bahwa pelaku akan langsung berhadapan dengan dirinya bila terlapor atau terduga pelaku benar-benar melaporkan balik korban MS.

Lebih lanjut, politikus Partai NasDem itu menyampaikan, MS sebagai korban seharusnya mendapatkan pengawalan hukum atas langkah-langkah yang sudah dilakukan terkait kasus pelecehan seksual yang dialami.

"Kondisi seperti ini, justru korban yang harus mendapat pengawalan hukum penuh, bukan justru dilaporkan balik. Dia sudah berani speak up saja sudah sangat bagus, dan kita harus berdiri bersama korban, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi, dan agar warga tahu bahwa negara akan selalu melindungi korban pelecehan seksual. Tidak ada toleransi," tuturnya.

Sebelumnya, MS melaporkan pelecehan seksual yang menimpa dirinya ke kepolisian dan Komnas HAM. Selain mendapat pelecehan seksual, MS juga mendapatkan perundungan dari beberapa pegawai KPI.

Namun, beberapa terduga pelaku berencana melaporkan balik MS. Kuasa hukum terduga pelaku RT dan EO, Tegar Putuhena mengatakan MS telah mengumbar identitas pribadi yang mengakibatkan cyber bullying, baik terhadap terlapor maupun keluarga mereka.

"Yang terjadi cyber bullying baik kepada klien kami, maupun keluarga dan anak. Itu sudah keterlaluan menurut kami. Kami berpikir dan akan menimbang secara serius untuk melakukan pelaporan balik terhadap si pelapor," kata Tegar di Mapolres Metro Jakarta Pusat, mengutip Antara, Senin (6/9)

Merespons, kuasa hukum MS, Muhammad Mualimin, menyayangkan rencana terduga melaporkan balik korban. Ia menyebut rencana pelaporan balik tersebut sebagai upaya menjatuhkan moral dan keberanian korban.

"Kami melihatnya sebagai upaya untuk menjatuhkan moral dan keberanian korban," kata Mualimin saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (7/9).

Karena tindakan tersebut, kondisi korban menjadi tidak stabil. Menurut Mualimin, MS menjadi sedih setelah membaca pemberitaan mengenai rencana pelaporan balik tersebut.

"Dia sedih melihat berita, dia ini korban mau mencari keadilan malah diancam akan dilaporkan. Itu kan meruntuhkan jiwa dan hatinya," tutur Mualimin.

(mts/pmg)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK