Setneg: TPF Serahkan Dokumen Munir ke SBY Tanpa Administrasi

CNN Indonesia
Selasa, 07/09/2021 17:34
Ilustrasi SBY disebut terima dokumen investigasi Munir. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) menyebut Tim Pencari Fakta (TPF) kematian Munir menyerahkan langsung dokumen laporan akhir ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kepala Biro Humas Setneg Eddy Cahyono mengatakan pihaknya tidak pernah menerima dokumen tersebut. Dengan begitu, tidak ada catatan resmi negara soal penyerahan dokumen TPF Munir.

"Dokumen langsung diserahkan kepada Presiden (SBY) oleh Ketua TPF Munir tanpa melalui administrasi persuratan di Kemensetneg sehingga dokumen tersebut tidak tercatat di dalam Buku Agenda Persuratan Kemensetneg Tahun 2005," kata Eddy lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Selasa (7/9).


Eddy menyampaikan Setneg sejak awal tidak mengetahui keberadaan Laporan Akhir Tim Pencari Fakta (Laporan TPF). Hal itu juga diteguhkan lewat putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta pada 16 Februari 2017.

Saat ditanya apakah dokumen itu telah diserahkan pemerintahan SBY ke pemerintahan Jokowi, Eddy tak berkomentar banyak. Ia hanya mengutip pernyataan Jokowi soal keberadaan dokumen TPF Munir.

"Sudah saya perintahkan kepada Jaksa Agung untuk mencari dan melihat di mana hasil (dokumen) dari Tim Pencari Fakta itu karena di Mensesneg tidak ada, di Setneg juga tidak ada," ucap Jokowi pada 13 Oktober 2016, dikutip dari artikel situs resmi Setneg.

Keberadaan dokumen hasil TPF Munir jadi perdebatan rutin setiap tahun pada tanggal 7 September. Pihak pemerintahan SBY mengklaim telah mengirim laporan TPF Munir ke pemerintahan Jokowi saat peralihan jabatan.

Hal itu ditampik oleh Jokowi. Ia menyebut dokumen itu tidak ada di pemerintah. Ia memerintahkan jaksa agung untuk mencarinya.

Tahun ini, perdebatan soal dokumen itu dipantik mantan anggota TPF Munir Rachland Nashidik. Ia meragukan klaim pemerintahan Jokowi yang menyebut dokumen itu hilang.

"Omong kosong laporan TPF Munir hilang. Laporan pasti ada di Istana, tapi juga di laci para penegak hukum. Pada hari laporan itu disampaikan, Presiden SBY membagikannya pada mereka. Mungkin omong kosong hilang itu cermin upaya penguasa mengelak desakan mengusut sekutunya sendiri?" kata Rachland dalam akun Twitternya @rachlannashidik, Selasa (7/9).

(dmi/DAL)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK