Tanggal Pembunuhan Munir Jadi Hari Perlindungan Pembela HAM

CNN Indonesia | Selasa, 07/09/2021 13:47 WIB
Komnas HAM menetapkan 7 September--tanggal dibunuhnya aktivis Munir Said Thalib dengan racun dalam penerbangan---sebagai Hari Perlindungan Pembela HAM. Aktivis membawa topeng wajah Munir Said Thalib melakukan aksi 'Kamisan' di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 6 September 2018.( CNN Indonesia/Setyo Aji Harjanto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menetapkan 7 September sebagai Hari Perlindungan Pembela HAM. Tanggal itu diambil dari peristiwa pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib yang terjadi 17 tahun lalu atau pada 2004.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyebut penetapan itu diputuskan secara bulat dari hasil rapat paripurna. Ia mengatakan, semua anggota paripurna sepakat tanpa ada yang menolak untuk penetapan tersebut.

"Hasil rapat paripurna Komnas HAM, 7 September 2021 memutuskan dengan bulat untuk menjadikan 7 September menjadi hari perlindungan pembela HAM Indonesia," kata Ahmad di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Selasa (7/9).


Ahmad menyatakan Munir adalah salah satu representasi dari pembela HAM yang berani dan teguh akan pendirian. Selain itu, Ahmad juga menyebut beberapa aspek lain juga menjadi pertimbangan mengapa Munir dipilih.

"Seorang pejuang yg sangat teguh terhadap pendiriannya dalam memperjuangkan HAM dari semua aspek. Bicara hak berekspresi, kebebasan berpendapat, kekerasan di Papua dan Aceh, buruh dan lain-lain," ucapnya.

Terlepas dari itu, kata Ahmad, penetapan itu tak menghilangkan rasa hormat terhadap pejuang HAM yang lainnya. Ia menyebut Munir hanyalah salah satu dari banyaknya pembela HAM di Indonesia.

"Saudara Marsinah, Jafar Siddiq Hamzah pejuang HAM di Aceh, Papua dan seluruhnya kita hormati," ucap dia.

Selain itu, Ahmad juga mengatakan dari hasil rapat paripurna, Komnas HAM juga membuat Standar Norma Pengaturan (SNP) Perlindungan tentang Pembela HAM.

Ia berkata SNP yang dikeluarkan Komnas HAM tersebut harus dijadikan sebagai guideline bagi semua pihak. Sebab Komnas HAM adalah satu-satunya lembaga negara yang bergerak di bidang HAM.

"SNP ini kita keluarkan sebagai guideline bagi semua pihak terutama lembaga-lembaga negara penegak hukum untuk menggunakan SNP yang dikeluarkan Komnas HAM," pungkasnya.

(yla/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK