Vaksin Johnson & Johnson Ditarget untuk Vaksinasi Nasional

CNN Indonesia | Jumat, 10/09/2021 08:25 WIB
Vaksin Covid Johnson & Johnson punya efikasi sebesar 67,2 persen dengan efek samping yang bisa ditoleransi berdasarkan keterangan BPOM. Vaksin Covid Johnson & Johnson. (Foto: REUTERS/DADO RUVIC)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan vaksin Covid-19 Johnson & Johnson digunakan dalam program vaksinasi nasional.

Jika mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 18 tahun 2021 vaksinasi program diperoleh dari hibah, sumbangan, atau pemberian baik dari masyarakat maupun negara lain. Vaksinasi program diberikan secara gratis.

"Johnson [untuk vaksinasi] program ya," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, Kamis (9/9).


Nadia menyebut vaksin Johnson & Johnson yang akan didatangkan ke Indonesia kemungkinan besar berasal dari hibah negara lain atau dari program Covax Facility yang dibuat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Meski begitu, Nadia belum bisa memastikan kapan vaksin tersebut akan datang ke Indonesia. Begitupun dengan jumlah dosis yang akan didatangkan.

Terpisah, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengatakan vaksin virus Covid-19 Johnson & Johnson berpeluang datang ke Indonesia pada bulan ini, hasil hibah Belanda.

Vaksin Johnson & Johnson sudah mengantongi izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Berdasarkan data interim studi klinik fase 3 pada 28 hari setelah pelaksanaan vaksinasi, efikasi vaksin untuk mencegah keseluruhan gejala Covid-19 adalah sebesar 67,2 persen.

Sementara itu, efikasi untuk mencegah gejala Covid-19 sedang hingga berat pada subjek di atas 18 tahun adalah sebesar 66,1 persen.

BPOM menilai efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dari pemberian vaksin virus Covid-19 produksi perusahaan Johnson & Johnson masih dalam batas normal. Efeknya menunjukkan reaksi ringan hingga sedang.

"Dari hasil kajian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dari sisi keamanan, secara umum pemberian kedua vaksin tersebut dapat ditoleransi dengan baik," kata Penny dikutip dari situs BPOM, Rabu (8/9).

KIPI lokal yang umum terjadi, antara lain nyeri, kemerahan, dan pembengkakan, sementara KIPI sistemik yang umum terjadi adalah sakit kepala, rasa lelah (fatique), nyeri otot (myalgia), mengantuk, mual (nausea), muntah, demam (pyrexia), dan diare.

(yla/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK